Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir ☺️☺️☺️☺️

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas↑↑

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri 2018. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri 2018. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2018

Hanya Orang Dungu Yang Tak Paham Penjelasan Soal TKA
. Kalau melihat konfirmasi dan klarifikasi Menaker Hanif Dakhiri di banyak sekali media informasi baik online, koran dan televisi, seharusnya tidak ada lagi gonjang-ganjing informasi TKA membanjiri Indonesia dengan dikaitkan dengan PerPres No 20 Tahun 2018. Pemahaman saya terhadap klarifikasi itu menyerupai di bawah ini, yang saya sampaikan melalui pertanyaan-pertanyaan dan jawaban.
Mas antek asing-aseng yah? Kalau menjelaskan ini kau bilang membela asing-aseng, maka kau sudah terserang penyakit kebencian. Untuk dilema menyerupai ini, bersihkan dulu hatimu dari kebencian, barulah otakmu sanggup bekerja dengan baik dan hatimu sanggup kau dengarkan. Agar tidak kelihatan dungu – meminjam kosa kata kamus filsafat Rocky Gerung. Ngerti?


Benarkan TKA membanjiri Indonesia, khususnya TKA asal China? Kata ‘membanjiri’ itu kurang sempurna jika mengacu pada jumlah TKA khususnya asal China. Kata ‘meningkat’ lebih sempurna berdasarkan saya. Karena memang ada peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut data kementerian peningkatan itu mulai dari 2007-2017.

*Kenapa TKA China lebih banyak? Investasi China di Indonesia meningkat semenjak 2007. Maka meningkat pula TKA yang dipekerjakan investor dari negeri asalnya yang menempati jabatan tertentu sesuai dengan hukum pemerintah. Makara meningkatnya investor berbanding lurus dengan peningkatan TKA dan absorpsi TKI sekaligus.
Kenapa Investor harus membawa TKA mereka dan tidak memakai TKI saja?Karena investor harus menjamin bahwa investasi mereka tidak merugi. Contohnya, ada pembangunan smelter dengan investasi triliunan rupiah yang membutuhkan ribuan (5000) pekerja. Mereka membawa TKA sebanyak 200-300 orang untuk menempati jabatan tertentu, yang mereka ketahui kualitas dan profesionalitasnya. Sementara pekerja sisanya (4700-4800) dari Indonesia.
Jadi tidak benar bahwa mereka membawa seluruhnya pekerja dari negara asal. Kalau mereka membawa seluruh pekerja dari negeri asal, dari segi bisnis, mereka akan rugi. Sebab honor di negara mereka lebih tinggi daripada di Indonesia dengan posisi yang sama. Mereka juga harus mengeluarkan biaya transportasi yang tidak sedikit.
Kenapa harus mengundang investor dari luar terutama dari China, bukan dari Indonesia saja? Gampang memahaminya. Tidak ada batasan apakah harus investor dari dalam atau luar negeri. Pemerintah membuka kesempatan kepada seluruh investor melalui tender. Pemenang tender ialah investor yang memberi anjuran terbaik baik dari laba maupun kualitas. Pada ketika yang sama, investor China berani memberi penawaran terbaik sementara investor Indonesia atau negara lain tidak berani.
Bagaimana soal PerPres No 20 Tahun 2018 yang disinyalir mempermudah TKA masuk ke Indonesia? Yang dipermudah ialah birokrasinya semoga tidak berbelit-belit, sementara syaratnya masih sama bahkan lebih ketat. Misalnya, Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang dulu sanggup diurus belakangan, artinya sesudah TKA ada di Indonesia. Misalnya, TKA sudah di Indonesia. Lalu mau bekerja di Indonesia. Barulah diuruskan RPTKA-nya. Sekarang harus diurus di negara asal dan calon TKA belum ada di Indonesia. Makara RPTKA disahkan terlebih dahulu gres TKA masuk ke Indonesia.
Nah soal birokrasi yang dipermudah itu gambarannya menyerupai pelayanan satu pintu. Jika sebelumnya urusan TKA harus melalui beberapa instansi pemerintah, kini sudah tidak lagi. Kalau kau diberi pilihan membawa emas dari Cikeas ke Hambalang melalui dua cara. Yang satu via udara, yang satunya via darat dan laut. Via darat memakai helikopter. Sementara via darat dan maritim memakai kendaraan beroda empat dengan syarat melintasi lima pulau terbesar di Indonesia. Kamu akan pilih yang mana? Apakah emasnya akan bermetamorfosis sampah DKI atau air Citarum? Tolong dijawab yah.
Jadi sebenarnya, pemerintah harus diapresiasi soal PerPres No. 20 Tahun 2018 ini. Selain pelanggar sanggup sanksi, juga menambah pendapatan negara.
Tetapi kenapa banyak TKA China ditemukan secara ilegal atau tidak sesuai dengan kualifikasinya? Benar bahwa ditemukan banyak TKA ilegal asal China dan ada pula yang tidak sesuai dengan kualifikasinya. Itu fakta tak terbantahkan. Tidak ada yang menafikan fakta itu. Tetapi itu tidak ada hubungannya dengan yang diributkan sekarang.
Banyaknya soal TKA ilegal asal China dan yang tidak sesuai dengan kualifikasinya lebih sempurna dikaitkan dengan fungsi pengawasan pemerintah yang kurang. Dalam hal pengawasan memang pemerintah masih kurang. Itulah yang seharusnya didiskusikan dan jika perlu pemerintah didesak semoga meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal dan yang tidak sesuai dengan kualifikasi.


Maka substansi masalahnya bukan pada PerPres No. 20 Tahun 2018, melainkan di pengawasan dan penindakan pihak pemerintah yang kurang efektif serta janji perusahaan untuk tidak mempekerjakan TKA ilegal.

Untuk hal pengawasan dan penindakan, saya oke pemerintah harus didesak dan dikritik. Pemerintah, dalam hal ini kementerian terkait, tidak perlu mengelak soal TKA ilegal ini. Para pengawas itu jangan hanya makan uang buta saja. Suruh mereka bekerja secara maksimal. Kalau tidak bekerja maksimal, dipecat saja sudah. Masih banyak anak bangsa yang mau bekerja keras dan maksimal.
Catatan lain untuk pemerintah ialah pengawasan dan penindakan terhadap perusahaan yang melaksanakan diskriminasi penggajian karyawan. Gaji TKA sering kali lebih tinggi dari TKI dengan posisi dan kualifikasi yang sama. Pemerintah harus menjamin bahwa TKA dan TKI diperlakukan secara setara. Jangan sebab aksesori TKA kemudian dianggap lebih jago dan profesional.
Dari klarifikasi di atas, seharusnya tidak ada dilema soal Perpres No 20 Tahun 2018. Yang pantas diributkan itu ialah pengawasan dan penindakan pemerintah atas pelanggaran hukum baik dilakukan TKA maupun perusahaan yang mempekerjakannya.
Saya kira tidak perlu seorang jenius untuk memahami ini. Seorang rakyat jelata menyerupai saya – yang tidak punya jabatan menyerupai DPR, bukan petinggi partai, bukan jago tata negara, dan bukan pula ketua KSPI – pun paham soal ini. Sesederhana itu kog. Masak jago tata negara dan mantan Menteri tidak paham.
Terus kenapa PerPres No. 20 Tahun 2018 diributkan sampai-sampai dewan perwakilan rakyat mau gulirkan hak angket? Nah itu beliau masalahnya. Isu ini digiring ke ranah politik untuk memframingopini. Opini yang mau dibangun ialah negara sedang bahaya, Jokowi antek-asing-aseng, antek-komunis dan membahayakan Indonesia.
Pikir mereka itu kita semua dungu. Hanya orang dungu yang masih percaya bahwa Perpres No 20 Tahun 2018 sebagai gerbang kebanjiran TKA (asal China) ke Indonesia. Lebih dungu lagi mereka yang dengan sadar dan mau diperalat oleh para politisi haus kekuasaan.
*Mora S.*

Senin, 11 Februari 2019


Postingan pertama saya di 2018 berjudul "2018" WOW SUNGGUH OUT OF THE BOX BUKAN? -______-

And wow, now it's December 20 already. WOW! (JUST STOP SAYING WOW!)

Akhirnya Gambar Digital!

Selain gambar, hal besar yang terjadi tahun ini yakni resign dari The Jakarta Post. Kaya kurang jika bilang ini hal besar alasannya yakni ini HUGE. Ya lima tahun bolak-balik ke gedung yang sama hingga punya stall toilet favorit dan hafal detail bocel dinding di mana, gemeter banget sih harus memberanikan diri untuk bilang resign.

Ada takutnya tapi 80% excited alasannya yakni saya tau juga Mommies Daily kantornya se-friendly JP. JP friendly banget dengan bos yang super baik banget. Nggak pernah ributin cuti, nggak pernah masalahin apapun sepanjang kerjaan kita beres dan kita nggak punya duduk kasus sama orang lain. Kalau nggak baik gitu nggak bakal tahan 5 tahun nggak sih ahahahahaha.

Terus kenapa resign? BACAAAA: Mengapa Resign

Mengikuti kepindahan kantor, rumah juga pindah. Akhirnya nyoba tinggal di apartemen. Betah nggak betah dan kini sih tetapkan tetep lebih suka landed house KECUALI jika nanti kebeli apartemen beneran, bukan subsidi hahaha. Karena duduk kasus saya sih bukan ingin menjejak tanah alasannya yakni toh saya juga jarang ke luar rumah. Tapi alasannya yakni berisik banget.

Berisik lah bentuknya kaya perkampungan gitu kan. Plus tengah malem bahkan dini hari harus terbiasa denger bunyi lift "TING!" Menandakan ada orang gres pulang. Living in a tiny apartment with thousands of neighbours is a whole new experience. Namanya "orang daerah" tinggal di Jakarta yesss? Nggak punya landed house di tengah kota HAHAHA.

Baca pengalamannya di sini: Pengalaman Tinggal di Apartemen

Tahun ini juga buku kami terbit YASSSS. Buku ini ngerjainnya sih perfeksionis ya tapi urusan marketingnya kurang ambisius sih jadi ya entahlah males aja promonya hahahaha. Nggak bikin launching fancy, mau bikin book talk juga males ihhh, ya pada dasarnya bikin buku perihal parenting: achievement unlocked. UDAH GITU DOANG LOL.

Itung-itung nambah pengalaman nerbitin buku aja alasannya yakni jika anda bukan Dewi Lestari atau Tere Liye kan nggak mungkin kaya raya dari buku ya. Oh bukan, bukan mematahkan semangat loh buat kalian yang mau nulis buku. Harap maklum aja kelas pekerja kaya saya gini kan realistis aja ya pengennya kaya HAHAHA. Berkarya kemudian kaya wtf.

Cerita perihal buku dapat dibaca di sini: DI BALIK LAYAR SUSAHNYA JADI IBU
WAH BENER-BENER NIH. Liatin satu-satu archive blog gres sadar banget jika saya lewatin banyak hal besar banget tahun 2018 ini. Kalau nggak ditulis sih bye aja bakalan lupa. Kenapa sekaget ini alasannya yakni TAHUN INI SEMPET KE RUMAH PAK HABIBIE!

Salah satu highlight tahun ini banget so happy!

Nggak kebayang seumur hidup dapat ketemu Pak Habibie. Untuk ketemu aja nggak kebayang alasannya yakni meski jurnalis, sini kan ogah pegang desk pemerintahan. Lha ini bukan lagi ketemu TAPI TUR KE RUMAHNYA. Bangga sekali sama diri sendiri! Biar aja malu-maluin!

Meskipun itu dalam kondisi batuk alergi parah dan pulangnya lemes banget ke kantor JG kemudian pribadi ke UGD. Tak apa ke UGD yang penting udah ketemu Eyang Habibie luvs!

Kaya apa rumahnya? Masa belum baca? BACA DULU! Cerita dari Rumah Eyang Habibie & Ainun

Then life was getting so much busier.

Karena bertekad tahun ini harus dapat swipe up di IG story (duh receh maap). Ngotot banget alasannya yakni saya tuh sebenernya lebih suka nulis blog, tapi gemes alasannya yakni nggak dapat share di Instagram. Makara mau nggak mau ya harus dapat swipe up kannn.

Akhirnya menjadi ambisius dan sharing di IG story seminggu dapat 2-3 kali. BISA DEH SWIPE UP! Malah kini udah 15k followers ya ampun makasih yaaa kalian semua yang bersabar membaca stories akuuuu!

Karena merasa bisa, kesannya tahun depan maunya 50k followers. Biar apa sih? Ya agar sekali share itu yang baca banyak! Baru sadar selain nulis, passion saya yang lain itu sharing.

Iya seneng banget sharing dalam bentuk apapun. Nulis ayo, jadi speaker ayo, kulwap ayo, apapun lah! Makanya seneng banget jika diajak jadi pembicara atau bikin video. Dan makanya juga ahad kemudian ikut kelas public speaking. Nulis udah (ngerasa) baiklah ya skill ngomong juga harusnya diasah dong agar dapat sharing terus!

Cerita kesibukan final tahun dapat dibaca di sini: I Had The Busiest Week Ever

Terus tahun ini thank God dapat liburan. Liburan nekat sih sebenernya alasannya yakni masih money conscious banget. Masih ati-ati belanjain uang alasannya yakni selain nabung buat sekolah, juga pengen beli HP gres HAHAHAHA.

Cerita liburannya ini lho: Seharian di Legoland Malaysia
Speaking of beli-beli, (jarang banget bahas ginian tapi siapa tau jadi motivasi ya) seneng banget tahun ini dapat beli Macbook Pro cash setelah 3 tahun terakhir nulis di resolusi pengen Macbook Pro hahahaha. Hati rada mencelos jatuh dikit sih pas gesek debit cardnya tapi saya jadi bener-bener produktif banget. Lancar segalanya alasannya yakni laptopnya lancar hahaha.

Sisa-sisa belanja lainnya mari tidak perlu dibahas alasannya yakni saya suka sakit kepala jika mikirin uang ilang jadi barang. Anehnya jika ilangnya alasannya yakni makan suka nggak dipikirin. Kan ada yang orang yang "mending jadi barang lah!" Sori aja sih, saya mending gembel tapi makan enak. Makan yummy bikin bahagia. Huhu.

Seneng banget juga tahun ini dapat ulang tahun me time di Bali (karena sambil liputaaannn). Ulang tahun sambil liat sunrise sendirian dan bersyukur dapat ada di sini sekarang. Bersyukur untuk segalanya, untuk hidup yang lebih nyaman, untuk keluarga yang sempurna, untuk pikiran yang sedang baik-baik saja.

So 2018, I bid you adieu.

-ast-

Selasa, 12 Februari 2019


Well, halo, selamat pagi. Apa kabar #2017bestnine dan resolusinya? HAHAHAHA. Buka Instagram isinya itu semua ya. Dan, foto keluarga terutama sama anak tentu jadi yang paling banyak dapet likes sepanjang tahun. Iyalah, anak hampir selalu lucu. Ibu bapaknya kadang kala doang lucu lol.

Gimana liburannya? Saya 10 hari Bandung, mayan mati gaya. Sempet main beberapa hari tapi banyaknya sih diem di rumah. Males ke mana-mana tapi kok ya di rumah aja lama-lama juga pusing mau ngapain. Leyeh-leyeh deh nonton YouTube ngabisin kuota. Nggak sabar balik ke kantor. So yeay for today!

Bikin resolusi nggak tahun ini? 2017 resolusi terbesar kami yaitu menuntaskan dana pendidikan SD Bebe. Alhamdulillah selesai tapi kayanya mau ditambah aja terus deh semoga ya uang bulanannya juga dapat ke cover semua. Abis itu pusing sendiri alasannya yaitu kok ya jadi banyak lagi kurangnya hahahaha. YAEYALAH BAYAR SPP 6 TAHUN SIS.

Iya nih 2018 aku dan JG dari hari pertama udah rada “goyang” menghadapi hidup lol. Diskusi panjang lebar banget soal masa depan. Semangat sih semangat cuma semangat kami semenjak pacaran yang selalu “PASTI BISA LAH” tidak mengecewakan drop alasannya yaitu tahun kemudian sungguh berat hingga kami mau positive thinking aja kaya jadi susah banget.

Sekarang semangatnya turun jadi “KITA BISA KAN YA? BISA NGGAK YA?” HUHU. Mulai mempertanyakan banget dan sebagai orang yang selalu terencana, aku mulai puter otak bikin plan B dan C untuk beberapa tahun ke depan.

Adulthood dan anxiety. Ini udah siap mau dibikin satu goresan pena sendiri. :)

Pertama, tahun depan Bebe udah dapat mulai TK. Eh malah bingung, Taman Kanak-kanak nya setahun apa dua tahun? Kalau dua tahun tandanya udah harus daftar dari kini dong. Kalau cuma mau setahun, apa nggak sayang bayar uang pangkal mahal cuma buat setahun?

Kedua, harus mikirin Bebe SD 3 tahun lagi. Mengingat banyak SD yang udah waiting list semenjak 2 tahun sebelum, ya tandanya ini tahun terakhir kami untuk memilih pilihan mau ke SD mana kan. Tahun depan harus udah niscaya banget mau daftar ke mana. Wow.

Berat alasannya yaitu ini keputusan besar yang dibentuk untuk kelangsungan hidup orang lain. Iya Bebe anak kami, tapi beliau individu yang punya hidup sendiri, kini dan nanti. Rasanya beban harus ngambilin keputusan buat Bebe alasannya yaitu jika salah pilih dapat jadi hidup beliau akan selamanya “salah”.

HUAH. The con of being a perfectionist. The pro is we always have plans! Even plan C.

via GIPHY

On the other side … *biar keliatannya nggak cuma ngeluh hahaha*

Tahun ini kami yakin dapat nabung lebih banyak hahahahaha. Kalau udah punya tujuan, biasanya nabungnya jadi lebih niat kan. Kemarin aku dan JG udah janjian satu sama lain untuk saling mengingatkan soal menabung ini dan jangan gampang termakan pada remeh-temeh yang ternyata jika dikumpulin per bulan angkanya mayan juga.

Kami juga mulai mengingatkan diri sendiri bahwa yang diharapkan ketika ini yaitu merasa cukup. Bahwa dapat bertiga terus sama-sama aja itu udah sesuatu yang patut disyukuri. Bahwa selalu dapat mengambil keputusan keluarga tanpa intervensi orangtua atau mertua itu bener-bener glamor alasannya yaitu nggak semua orang punya privilege itu. Hahahaha. Itu aja sih.

Selamat hari kedua di 2018. Semoga tahun ini menyenangkan ya!

-ast-

Senin, 11 Februari 2019

GILE JUDULNYA YA SOUVENIR ULTAH AJA PAKE PRINSIP KEHIDUPAN.

Dan ya, ternyata saya termasuk ibu-ibu extra Pinterest ya. Baru kuakui itu lol.

gara-gara dingklik kuning jadi fotonya kuning males atur white balance jadi ya sudahlah

Alkisah dari dulu saya nggak pernah neko-neko lho sama souvenir ultah Bebe. Ya pokoknya yang penting semua personalized aja (nggak neko-neko tapi pengen personalized lol). Tapi terus sekantor sama mbak Miund nih biang kerok.

Tahun pertama sekantor, doi bikin buku kisah yang digambar sendiri. PAKE CAT AIR LOH BUKAN DIGITAL. Ceritanya ditulis sendiri. Dicetak sendiri buat souvenir ultah Shera yang keempat.

Waktu itu saya cuma bisa “waawww manis yaaa murung banget saya nggak bisa gambar”.

A post shared by Asmara Wreksono (@asmarawreksono) on

Karena ya emang waktu itu saya belum mulai mencar ilmu gambar dan nggak bisa gambar sama sekali. Beberapa bulan berlalu dan Mbak Miund mulai lagi proyek buku kisah kedua untuk souvenir ultah Shera tahun depan.

Di situ saya udah rada panas juga sama twit-twitnya Pinot dan Ditut yang selalu ngomporin orang untuk mencar ilmu gambar. Long story short saya mencar ilmu gambar manual kemudian beli iPad untuk gambar digital dan tetapkan ok iPad ini harus menghasilkan souvenir ultah untuk Bebe.

Sungguh harapan yang receh ya.

(Baca kisah soal mencar ilmu gambar di sini ya: Tentang Gambar)

Terus muter otak banget sebab ya saya bisa gambar gres segini banget. Belum bisa banyak sekali pose insan dan bikin banyak sekali background hingga level bikin buku kisah gitu. Pusing pula mikirin jalan ceritanya kan. Duh.

Memutuskan bikin flash card sebab ya waktu itu Bebe lagi semangat banget mencar ilmu baca tulis pake flash card. Entah kenapa pribadi kepikiran aja seru banget ya bikin flash card yang semua gambarnya itu temen sekelas dan karakter favorit anak kaya PJ Mask gitu. Kaprikornus aksara A untuk temen Bebe yang namanya Aleron, aksara C untuk Canayya, G untuk Gekko, dan X untuk Xylo plus belakangnya ada kartu ulang tahun.

19 Maret 2018, tiga bulan sebelum ultah Bebe di 6 Juni, gambar pertama selesai. PUAAASSSS BANGET RASANYA.


Karena sini anaknya ambisius ya jadi flash card-nya juga bolak-balik, ogah pula hurufnya pake font jadi ya ditulis MANUAL. Huruf aja ada 26, jadi total ada 52 gambar yang harus diselesaikan dalam 3 bulan. Sempet nggak ya?

Sempet ternyata. Sebelum bulan pahala flash card udah selesai. Tapi kemudian semangat saya turun sebab mikirin packagingnya. Pengen bikin pouch sih, tapi saya nggak punya mesin jahit.

Detail ihwal souvenir ini liat di IG saya aja ya, di link ini.

Saya nggak bisa bikin teladan ya tapi jikalau jahit mah bisa lah. Modal untuk ngecilin dan mendekin seragam Sekolah Menengan Atas di masa kemudian HAHAHA. Tapi sebab nggak punya mesin jahit saya karenanya minta tolong ibu untuk jahitin. Ibu ok.

via GIPHY

EH UJUNG-UJUNGNYA SAYA BELI MESIN JAHIT LOL. Mesin jahit ini saya beli via Arisan Mapan (BACAAAA YA, KLIK AJA ARISAN MAPANNYA). Kebetulan juga ibu-ibu di rumah Bandung emang lagi pada ikut Arisan Mapan. Gila sih dulu endorse kok ya kini ngalamin beli sendiri sesuatu yang berguna.

Mesin jahit gres dateng pas ultah tinggal 2 minggu. Untungnya bulan pahala jadi saya ngeles ke Bebe jikalau ultah di sekolahnya ditunda sebab semua miss pada puasa. Padahal ya belum kelaaarrr ini jahit pouch.


Bahan pouchnya kanvas dan katun jepang, beli di Pasar Mayestik. Gambarnya saya jiplak dari iPad, terus diwarnai pake cat akrilik kemudian disetrika. Konon kata ayah saya yang suka nyablon, akrilik disetrika (disetrika di serpihan catnya ya) itu akan makin berpengaruh nempel ke kain. Saya nurut aja.

TERUS DIJAHIT DEH. Jahitnya cepet sih hari Sabtu atau Minggu 2 jam bisa dapet 5 pouch gitu. DAN SELESAI!

Setelah selesai, mesin jahit kembali masuk dus dan belum kebayang mau bikin apa lagi hahahahaha.

Pertanyaan terbesar: “Demi anak bela-belain banget ya kaya gini?”

Sebetulnya nggak juga sih. Ini demi diriku sendiri aja. Demi punya pencapaian baru, demi punya sesuatu yang bisa bikin diri sendiri bangga. Kebetulan aja punya anak dan jadiin alesan ultah anak sebagai cara mencapai itu.

Kaprikornus jikalau dibilang “demi anak” ya rada cringey sih sebab ya si Bebe belum ngerti jikalau bikin DIY-DIY ini effort jadi ini mah ibunya ajaaaa butuh kebanggaan baru. *HALAHHHH

Dan juga ya mau ngejar ultah anak pake sewa playground seharian juga kutakmampu kan jadi ya kembali pada prinsip melawan harga tak mampu, kulawan dengan DIY HAHAHAHA.

Tapi anyway, saya tau banget nggak semua orang suka DIY ya. Saya begini nggak instan kok. Gambar emang baru-baru aja tapi jahit mah dari dulu. Craft kan saya anaknya. Bisa dibaca di postingan ini: 2009 vs 2018.

Kaprikornus jikalau kalian nggak suka DIY, nggak bisa jahit, dan tetep pengen custom souvenir ultah anak ya tetep bisa, BIKIN DI KAWUNG LIVING AJAAAAA. NGGAK SANTAI MAAF.

Baca juga goresan pena Gesi di sini ya:

Karena sebagus itu beneran. Kaprikornus Kawung Living ini yang kemarin pouchnya jadi bonus PO buku saya dan Gesi “Indahnya Susahnya Kaprikornus Ibu” (BELI DONG, DI SINI YA LAGI PROMO BONUS STIKER LHO). Saya awalnya nggak expect apa-apa lho. Ya standar pouch kan begitu lah ya. Lagian saya udah punya beberapa pouch custom dan ya hasilnya gitu aja.

Pouch ultah pertama Bebe print juga sama dan biasanya sebab materi kanvas jadi otomatis pas di-print warnanya turun jadi agak “dekil” gitu. Nggak sesuai warna orisinil lah. Menyesal dulu belum tau Kawung Living.

warna kurang jreng dan pudar
Tapi jikalau yang buatan Kawung Living beneran manis banget hasil print-nya. Kalian tau kan ya saya nggak bilang manis jikalau nggak beneran bagus. Apalagi ini keduanya desain saya, dengan palet warna yang saya pilih sendiri dengan hati-hati dan lihatlah sendiri. Mirip banget sama warna di layar! Birunya agak terang tapi jadinya malah jadi lebih lucu hahaha Pink dan warna lainnya malah sama persis.



Kayanya hasil print-nya bisa sebagus ini sebab bahannya bukan kanvas biasa. Tapi entah juga ini materi apa ya yang terang kaya kanvas tapi halus gitu dan nggak setipis katun juga. Kaget beneran hingga saya dan Gesi waaaa manis waaaaa gitu pas dateng hahahaha.

Saya juga dibikinin plushie dan bantal yang super gemes ga sihhhh. Plushie-nya ini karakter saya di buku. Hasilnya nggak pecah dan nggak turun sama sekali warnanya. Rekomen banget beneraaannn.


zoom kualitas print, persis sama kaya ilustrasinya frans, ga turun, ga geser

Dan harganya nggak jauh beda lho sama custom print lain. Sama-sama aja. Saya, Gesi, dan Nahla pernah dibikin pouch custom matching berempat gitu sama Mba Windi, lucu gemas dengan warna pastel. Harganya lebih mahal dan kualitas print-nya tetep bagusan punya Kawung Living. TERBAIK!

Produk custom dari Kawung Living juga bukan cuma pouch dan plushie. Tapi bisa juga sarung bantal, mug, bantal leher, tablerunner, bahkan canvas rug! Lengkapnya bisa kalian lihat di sini: http://kawungliving.com/custom/

Bikin custom di Kawung Living juga bisa satuan lho. Tapi jikalau bikin banyak harganya makin murah. Kaprikornus cocok banget buat souvenir ultah yang rata-rata ngasih temen sekelas kan. Suka rada pusing sama daerah custom yang itungannya per lusin atau per sepuluh gitu. Sebel juga cuma butuh 12 jadinya harus pesen 20 huhu.

Nggak bisa gambar? TENAAAANGGG. Kawung Living punya katalog pattern yang one of a kind banget. Bisa ditambah nama atau goresan pena juga. Kaprikornus aman!



Kaprikornus ada yang lagi siapin ultah anak juga? Atau justru mau produk yang ready dan nggak custom, ada jugaaaa. Cus pesen souvenir di Kawung Living!

Website: kawungliving.com
Instagram: @kawungliving
Katalog gambar: @kawunglivingcatalogue

Selasa, 12 Februari 2019


Waw, 2017-nya udah mau selesai. Mau nulis dari mana ya ini. Buat saya, tahun ini bener-bener f*cked up banget. Silakan yang mau bilang kurang bersyukur sebab masih banyak orang yang lebih nggak beruntung SILAKAAANNNN. *kasih jalan*

Karena kadang orang itu drop bukan sebab nggak punya apa-apa. Nggak ada kekerabatan antara orang stres menghadapi hidup sama kondisi keuangan. Ya buktinya banyak yang nggak punya uang tetep hepi dan banyak juga yang uangnya banyak tapi hidupnya kosong ya.

Duh, saya nulis ini sehabis 3 hari perasaan diacak-acak sebab Jonghyun meninggal. Dulu saya sempet suka SHINee meskipun 2-3 tahun belakangan udah nggak Koreaan sama sekali. Sempet nonton konsernya pula di Singapur, pernah preskon, liputan, ya relate banget lah pasti. Terus tiba-tiba membernya meninggal bunuh diri sebab depresi padahal hingga kini JG masih denger lagunya.

Sampai semalem masih ngulang-ngulang lagu Lonely sambil ngelamun berdua.

Saya: “Aku masih kepikiran Jonghyun”
JG: “Aku juga”

Mana Bebe humming terus "baby I'm so lonely, so lonely" tau-tauan sih beliau lagu itu.

T_______T

Terus mellow banget sebab kami berdua murung tapi kan sedihnya BERDUA. Gimana orang-orang kaya Jonghyun gitu yang kesepian banget hingga nggak tau lagi mau dongeng ke siapa terus ya udah deh bye aja ngapain hidup juga.

T_______T

(Baca goresan pena saya soal Bunuh Diri di Korea. Anak-anak juga bunuh diri!)

Makara mikir bila taun ini juga jadi tahun yang gloomy sekali buat saya. Sempet berantem terus sama JG hingga rasanya mau mati aja. Karena jarang banget berantem kali ya jadi bila berantem itu saya bisa murung banget banget banget. Dan auk ah awal tahun ini sama JG nggak akur banget. Dikit-dikit berantem pokoknya. Hahaha.

Emang bila nikah gitu ya, ada masa-masa di mana berantem terus hingga astaga rasanya nyesel banget nikah sama ini orang. Tapi begitu udah lewat haha hehe joget-joget lagi (LITERALLY) terus nggak tau gimana rasanya bila beliau nggak ada masa joget sendirian. Hahaha.

Pas semua udah baik-baik aja eh loh kok rumah kecurian. DUA KALI LOH.

(Baca: Kamera Hilang dan Kehilangan serta Kuota Kepemilikan)

Yang saya ceritain di sini cuma sekali kan iPad sama kamera. Nah sebenernya seminggu lalu ilang lagi laptop dua-duanya. Udah gitu kendaraan beroda empat bermasalah terus hingga turun mesin segala. Biasanya nggak pernah kenapa-napa. Sebelum turun mesin itu dikit-dikit ke bengkel, sering bener-bener sering dan tiap ke bengkel niscaya keluarnya banyak kan gimana nggak mau stres ya. Terus dibenerin total hingga turun mesin dan abis banyak banget. Mau ngeluh juga nggak bisa beli kendaraan beroda empat gres kan. 😔

Dari situ saya mulai murka banget entah murka sama siapa. I was so distraught I spent every penny of our saving. Semacam mikir udalah miskin mah miskin aja sekalian. Lagian belanja bikin happy kan jadi murka dan sedihnya “tertutupi”. Wow diomongin gini balasannya gimana gitu ya padahal kemarin kaya biasa aja. :|

Dana darurat abis bener-bener hingga 0 buat foya foya, makan lezat terus, 3 bulanan nggak pernah bekal makan siang, belanja ini itu nggak dipikir, beliin JG hadiah ulang tahun iPhone cash tanpa mikir-mikir coba wih asing nggak tuh udah kaya orkay banget kan. Biasanya mau beli iPhone itu mikirnya bisa berbulan-bulan banget. #misqin

Terus Gesi mau ke Singapur ayo ikut. Bodo amaatt nggak mikir apa-apa. Abis-abisin duit. Mau apaan nggak diabisin juga abis sendiri sebab banyak petaka huhu. Negatif banget pokoknya. Senegatif alah beli tiket aja ke Singapur serah lah, belum tentu bisa berangkat juga sebab paspor habis niscaya ada problem hingga nggak bisa berangkat.

Taunya bisa berangkat, seneng banget. T________T

(Baca: Liburan Dadakan ke Singapura)

Untung ya masih ada otak dipake dikit jadi nggak pake uang sekolah Bebe. Nggak dipake sedikit pun TAPI NGGAK DITAMBAH. Karena ya udah uangnya diabisin huh.

Dan banyak lah yang terjadi taun ini cuma capek amat bila harus dongeng problem hidup satu-satu ya nggak sih. Udalah yang penting udah lewat.

Pas udah balik mayan waras lagi itu bulan November (IYA BARU KEMARIN LOL) terus panik sendiri woy gimana ini nggak punya tabungan sama sekali HAHAHA. Kemudian kami merangkak tertatih-tatih tiap liat rekening dan bertekad berdiri pagi lagi untuk masak bekal makan siang demi hemat kembali lol. Alhamdulillah kini udah nggak 0 rupiah lagi ya sis. Doakan saldonya kembali menyerupai semula. -_______-

Saya juga mulai bisa rileks lagi sehabis menggambar. Bener-bener rasanya peaceful banget tiap ngolesin kuas. JG juga semangat banget sebab berguru skateboard. Pelan-pelan semuanya kembali baik-baik aja. Kembali happy.

Saya juga banyak quality time sama Bebe sebab kini beliau udah 100% lepas gadget di weekdays dan udah bisa diajak ngobrol banget jadi ya, relaxing banget sih ngobrol sama Bebe. Kami bisa bener-bener ngobrol 1-2 jam sambil tiduran gitu ngalor ngidul. Dulu begini sama JG, kini beliau gampang lelah sebab daycare Bebe jauh banget jadi capek di jalan lol. Kasian pacarku.

Apalagi ya.

Oiya soal blogging. Ini taun terpayah banget hahaha. Mau nulis kok ya malessss banget. Untung masih banyak yang sering nagih jadi kan saya tetep nggak lezat hati bila nggak nulis lol. Tahun depan biar bisa rutin yaaaa. Rada nyesek liat traffic sebelumnya nambah 1juta cuma 5 bulan, eh kok tahun ini 1jutanya molor hingga 10 bulan HAHA. Nggak apa-apalah saya tidak ngoyo lol.

Intinya kami siap menyambut 2018 dengan hati yang lebih kuat! Semoga satu tahun ke depan bisa kita jalani dengan baik-baik aja ya. Aamiin. Apa rencana kalian di 2018?

Saya pengen beli laptop gres HAHAHAHA. Ya gimana sih punya laptop di rumah dua terus ilang dua-duanya. PLUS HARDDISK EXTERNAL JUGA IKUT DIBAWA HIH KESEL. Tapi survive juga sih ya nggak punya laptop dan iPad. Hidupku baik-baik aja ternyata lol.

Anyway ini kayanya akan jadi blogpost terakhir saya tahun ini. Minggu depan akan full di Bandung untuk jajan siomay serta cilok yeaayyyy. See you in 2018!

-ast-

Siapa yang udah pernah ikut kursus online? Menuju 2018 yang lebih gemilang, gimana bila mulai tahun ini kita sisihkan uang sedikit untuk berguru sesuatu yang baru?

Nah alasannya yaitu dateng ke kawasan kursus mah rasanya tidak mungkin ya bagi kita ibu-ibu yang udah struggle banget ngurus kerjaan dan rumah, jadi kursus online aja yuk!

Dari tahun kemudian JG udah ngomong terus berkali-kali dengan banyak sekali topik "eh kau mau berguru xxx nggak?" tanggapan saya selalu nggak ah males hahahaha.

Kenapa beliau nawarin? Karena beliau punya kanal gratis ke salah satu penyedia kursus online. Tar saya ceritain lengkap di bawah ya. Intinya kini saya mau nge-list di mana aja kau bisa ikut kursus online?

Maunya kursus online gratis? Ya ada, di YouTube juga banyak, tapi ya bila niat berguru coba nabung dulu supaya ikut kelas yang bayar. Kalau udah ikut kelas bayar biasanya lebih semangat alasannya yaitu ada prinsip ogah rugi di baliknya yakaannn.

Di mana aja?

Lynda


Ini yang JG tawar-tawarin terus ke saya alasannya yaitu beliau dapet kanal gratis dari kantornya. Makara kantor JG kolaborasi sama Facebook dan LinkedIn terus ..... nggak tau deh lupa hahaha. Intinya alasannya yaitu Lynda ini punya LinkedIn, karyawan kantornya JG jadi bisa kanal gratis.

Lynda bagi 5 kategori course-nya jadi software development, web development, design, business, dan photography. Mau coba dulu boleh, free trial 30 hari, bila mau bayar yang basic itu USD 19.99 dan yang Premium USD 29.99. Bedanya yang premium bisa didownload jadi belajarnya nggak perlu streaming.

Tapi streaming juga nggak seberapa kok. Asal kalian memakai waktu dan kuota yang biasanya digunakan untuk YouTube-an jadi ambil kelas hahahaha.

Udemy



Nah bila kalian liat di Instagram, saya kemarin ambil course gambar di Udemy ini. Simply alasannya yaitu ya ampon nongol mulu iklan diskonnya tiap buka YouTube. Diskon hingga tanggal 11 Januari, all course US$ 10.99 atau Rp 150ribuan!

Dikasih diskon ya termakan lah jadi ambil 2 course deh, satu gambar satu fotografi. Iya, selain gambar saya lagi pengen naik level banget soal foto.

Udemy ini kursus online terbesar di dunia dengan 55ribu courses ajaib nggak sih. Gila banget alasannya yaitu harus pinter-pinter cari course yang "bener". Cari yang student-nya udah puluhan atau ratusan ribu dan reviewnya bagus. Iya kaya belanja aja gitu alasannya yaitu ini marketplace, semua orang bisa naro course di sini jadi harus pilih-pilih yang lecturer-nya memang bener.

Dia sistemnya bayar per course jadi nggak perlu langganan. Banyak yang satu course harganya US$ 200 gitu kan stres aja bila nggak diskon. Tapi sebenernya bila les offline sih ya susah juga ya nyari yang waktunya fleksibel dan harga segitu. Makara saat diskon, manfaatkan!

Karena meski diskon, tetep dapet lifetime access kok jadi selamanya bisa diakses. Good deal banget sih buat saya mah!

Coursera



Nah beda sama Udemy, bila Coursera ini curated banget. Course-nya lebih sedikit tapi semua instrukturnya itu dari universitas ngetop dunia. Setelah lulus, Coursera juga nerbitin akta jadi bisa nambah portfolio buat yang mau cari kerja.

Bisa hingga S2 online loh di sini! Tapi cuma beberapa jurusan aja dari University of Illinois. Dan ya seleksi dulu juga sama kaya S2 biasa. Bayarnya juga mayan bisa buat beli rumah hahahaha. Yaeyalah S2 di Amerika nurut ngana aja masa mau 150ribu ya kan.

Saya nggak pernah coba tapi katanya ada yang free cuma ya gitulah topiknya nggak se-wow yang bayar. Kalau bayar itu dari US$ 29 hingga US$ 79. Udah dapet akta dan selesai grade.

Pendidikan memang hanya untuk mereka yang mampu. *sigh*

Skillshare



Sebelum pake Udemy, saya berguru gambar cat air dari Skillshare ini. Taunya alasannya yaitu banyak YouTubers niche gambar yang punya course di sini. Makara di YouTube mereka cuma semacam teaser doang, banyaknya malah di sini. Endorse sih ya kayanya soalnya banyak banget YouTubers gambar yang pake.

Skillshare ini juga course-nya banyak cuma nggak terlalu serius. Top course-nya itu malah soal handlettering sama design. Nggak kaya course lain yang topnya itu niscaya soal coding-codingan atau IT stuffs gitu ahahahaha.

Dulu sih sebulan pertama free, kini 3 bulan pertama eksklusif bayar tapi sebulan cuma US$ 0.99 alias Rp 15ribu. MAYAN BANGETTTTT. Berikutnya bila mau lanjut juga nggak terlalu mahal, sebulan cuma US$ 12 udah dapet semua course.

IndonesiaX



Nah bila ini lokal dan semua gratis yeaayyyy! Saya kemarin coba daftar terus ngiiingggg gundah mau ambil yang mana ya? HAHAHA.

Terus masih meraba-raba juga alasannya yaitu pas coba ambil satu course kok ya udah ketinggalan dan nggak bisa kanal kelas sebelumnya. Makara kayanya ada jadwalnya gitu deh.

Coba ulik sendiri lah hahaha. Kan udah dikasihtau gratis lol. Yang ngisinya ngetop-ngetop loh, ada Wishnutama NETTV, Rhenald Kasali, dan praktisi-praktisi lain.

Layak dicek untuk mengisi waktu luang daripada scroll-scroll IG terus kurang faedah ya nggak?

*

Nah simpulannya, Lynda ada free trial tuh bisa dicoba banget. Makara sebenernya niat belajarnya dulu, bila udah keukeuh mau kursus online gratis ya tinggal ambil trial di Lynda, efektifkan berguru dalam sebulan, terus ambil di Skillshare. Atau bila lebih niat, bikin email gres terus trial lagi hahaha.

Tapi duka nggak sih kaya gitu. Modal atuhlah dikit, niatlah menabung untuk berguru ok! Masa anak terus disuruh berguru tapi kitanya nggak. Nanti ketinggalan loh nggak satu pace lagi sama anak. Jangan hingga lah ya!

Dan course ginian kan sebenernya nggak perlu terus-terusan. Dalam sebulan aja udah bisa berguru banyak hal kok. Apalagi bila udah terang mau berguru apa, berguru foto, berguru gambar, atau bahkan digital marketing untuk ngembangin online shop. Ada kok semua.

Dan mereka (kecuali IndonesiaX cmiiw) ada appsnya juga jadi bisa berguru sambil di jalan atau lagi nunggu sesuatu. Jangan biarkan ruang dan waktu membatasimu. *AYE*

Makara mau berguru hal gres apa 2018 ini?

-ast-

Senin, 11 Februari 2019



Tadi pagi ketika sahur saya dan JG ngomongin Diana Rikasari yang kebetulan muncul di feed Instagram. Saya bilang JG, saya "kenal" Diana dulu sekali di sekitar tahun 2008 ketika Diana masih di DeviantArt dengan foto-fotonya yang diedit artsy (serta pernah berponi pink lol).


Setelah sahur saya jadi scroll blognya Diana di tahun 2009 dan nostalgia beberapa merk indie lokal yang ia foto, persis endorse Instagram zaman kini dengan foto yang unpretentious. Ada Betty La Shop-nya Sabila Anata, Beatnik, OnlyI. Zamannya fashion blogger itu ya Diana, Heidi Kalalo, Bethanny Putri plus Evita Nuh yang masih kecil banget.

Bisa dibilang selain mulai muncul blogger-blogger yang ngetop (thanks to Gogirl!) 2009 yaitu tahun kebangkitan online shop. Orang mulai percaya belanja online di fanpage Facebook dan blogspot (setelah sebelumnya online shop itu hanya di Multiply).

Jualannya masih bener-bener atas asas iktikad dan kayanya jarang banget yang nipu deh. Saya salah satunya jadi sis-sis online shop berjualan kalung handmade di fanpage HappyBee! yang dalam sekejap punya followers 5ribu. Kalung itu tentu mampir ke blognya Diana alasannya yaitu dulu kayanya SEMUA online shop handmade/lokal ya kirim ke Diana. Jaminan laris gitu lol.
kalung buatan saya, blogpostnya masih ada di sini.
Dari jualan itu saya bisa beli Blackberry Javelin sendiri. Harganya Rp 3,8juta tahun segitu mahal kan ya hahahaha Saya juga banyak temenan sama pelanggan dan sama-sama sis online shop. Karena dulu fanpage itu nggak bisa message! Makara jikalau mau chat sama calon pembeli, ya mereka harus add Facebook pribadi/Yahoo! Messenger saya atau ngobrol di Twitter. Atau ya smsan pake nomer Esia ahahahaha.

masa-masa beli cottonink yang bales carline herself. :D

Tapi yang menohok dan jadi trigger blogpost ini bukan wacana saya jualan. Tapi wacana ol shop "angkatan saya" dulu yang sama-sama minta support Diana. Ya nggak semuanya masih ada hingga kini juga sih, tapi banyak yang kini jadi nama besar.

Ada Mannequin Plastic yang wow banget kini udah buka counter di PIM dan Lotte Shopping Avenue lewat PINX PROJECT. Ada Wondershoe yang legend banget alasannya yaitu punya flat shoes ukuran besar. Sampai Cotton Ink yang dulu masih jualan di blogspot dan jualannya cuma cotton shawl 60ribuan (saya punya empat hahahah). Di luar itu ada idekuhandmade yang masih buka workshop bikin bantal kain perca yang legend berbentuk owl hahahaha. Sweet old times. :')

fringe shawl dan acid wash dari cotton-ink

Kalau lagi nostalgia gitu mau nggak mau mikir, kok gue nggak seriusin di situ sih? Kesel banget, coba jikalau diseriusin mungkin kini udah jadi apa. (APA?) Ya mungkin udah punya store atau merk sendiri.

Tahun kemudian ini jadi duduk kasus inferiority yang besar banget lho. Ditambah dulu kerja di detikcom di mana saya punya saluran ke artis-artis Korea hingga dibikin buku segala saking jarang terjadinya itu pengalaman. Semua orang iri, semua orang histeris tiap saya foto atau live tweet lagi ketemu atau interview artis Korea.

Saya mungkin nggak pernah dongeng ini detail tapi tahun kemudian itu saya jadi punya anxiety problem di mana saya terus-terusan ngerasa "kurang". Dulu gue bisa gini kok kini nggak bisa, dulu sekeren itu kok kini nggak, dulu orang banyak yang iri sama hidup gue kok kini gini-gini aja. Bisa hingga nggak bisa tidur mikirin hal itu.

Dan itu terjadi berbulan-bulan, usang sekali. Kalau kalian notice sih sebenernya waktu itu blogpost saya cuma sekitaran inferiority, bersyukur, dan seputar itu padahal dalam kenyataannya saya sendiri struggling wacana duduk kasus itu. Untung punya geng kesayangan yang selalu support dan selalu dengerin keluhan-keluhan seputar inferiority problem saya. Love you gengs. :*

Perasaan inferior itu perlahan hilang sehabis saya bertekad harus berguru skill gres agar nggak inferior lagi, mulailah saya gambar. Gambar itu relaxing banget dan pelan-pelan anxiety itu hilang hingga kini hilang sama sekali. Kadang masih ada sih tapi nggak parah hingga nggak bisa tidur lagi.

Karena udah berlalu, saya jadi bisa mikir jernih bahwa kadang (atau malah seringnya) kita memang fokus pada apa yang nggak kita capai, nggak fokus pada apa yang udah jadi achievement kita. Kalau dipikir-pikir lagi, ya wajarlah saya nggak punya merk alasannya yaitu dulu juga itu sampingan banget kok. Cuma agar punya uang dan ya seru-seruan aja.

Karena hobi crafting maka bikin kalung, main Polyvore, main Looklet, itu setara dengan nonton series Gossip Girl dan Heroes. Bukan sesuatu yang saya seriusin apalagi dibikin plan. Ya menang kompetisi alhamdulillah, banyak yang beli ya masuk akal alasannya yaitu emang diusahain marketingnya kan, tapi nggak pernah punya plan untuk jadi bisnis.

Lalu apa yang saya seriusin dan bikin plan? YA NULIS.

Coba cek resolusi tahun 2009 yang pernah saya bahas di sini. Sama sekali nggak ada wacana ngembangin bisnis, adanya ya jadi kontributor Gogirl! yang mana ya tercapai juga kok. Semua plan hidup saya semenjak Sekolah Menengah Pertama memang melulu wacana nulis. Mau masuk Sekolah Menengan Atas IPS agar kuliah jurnalistik yaitu salah satu plan wacana nulis yang udah di-set semenjak muda.

Waktu masih seneng baca teenlit, saya bertekad suatu hari harus nulis dan diterbitkan GagasMedia. TERKABUL JUGA. Buku pertama saya diterbitkan GagasMedia. Nextnya saya mau kerja di media, ya alhamdulillah dong hingga kini emang kerja di media terus kan.

Tau-tau udah punya buku kedua, tau-tau blog ini udah 700 posts lebih, saya udah nulis di aneka macam tempat. Dari yang urusan kerjaan (ya niscaya nulis di detikcom mah ya) hingga yang paling random kaya jadi kontributor di Soompi. Pas kerja di The Jakarta Post masih nulis juga di detikcom dan jadi kontributornya Mommies Daily. Lah kini malah kerja di Mommies Daily beneran. Nulis banget dan saya suka kok. Kenapa harus inferior?

Itu pertanyaannya.

Kalau kalian nggak pernah mengalami anxiety problem niscaya cuma suruh bersyukur tok (dan kadang dengan nada meremehkan huhu). Padahal seringnya sih nggak ada hubungannya. Waktu anxiety itu muncul, boro-boro kepikiran achievement, yang dipikirin yaitu kurang kurang kurang terus dan nyalahin diri sendiri.

Kalau kalian lagi ada di posisi saya dulu, HANG IN THERE. Cari teman. Kalian butuh teman, kalian BUTUH dan PASTI PUNYA. Kadang jikalau lagi begitu, rasanya kaya nggak punya temen banget kan. Huhu. Cari support system dan jikalau bener-bener nggak bisa, kalian harus cari dukungan profesional.

Makara ya, tahun 2009 yaitu tahun di mana saya lagi merangkak menuju peak masa muda di tahun 2011. Habis itu grafik self-achievement memang turun alasannya yaitu nikah dan punya anak, turun hingga minus hingga rasanya saya nggak punya pencapaian apa-apa kecuali mendidik Bebe yang mana itu mah kewajiban dan tanggung jawab ya bukan pencapaian pribadi.

Tahun ini harus jadi tahun berkarya. Berkarya apa aja, kerja yang semangat, nulis sebanyak mungkin, gambar sesering mungkin. Saya hingga beli mesin jahit demi bisa skill gres lagi. Makara mencoba untuk naikin lagi grafik self-achievement-nya mumpung Bebe udah besar dan udah bisa main sendiri. Saya punya banyak waktu untuk berkarya dan menyeret diri agar nggak leyeh-leyeh terus.

JADI YUK SEMANGAT YUK. Hidup memang naik turun, jikalau lagi turun kita mungkin butuh waktu untuk yaaa berdukacita sejenak. Nggak apa-apa sedih asal jangan lama-lama dan selalu ingat jikalau semua orang niscaya dikasih kemampuan untuk berkhasiat buat orang lain. Kumpulin semangat lagi agar lebih bisa menikmati hidup

2018-nya udah Juni lho ini. Apa aja yang udah dicapai? :)

-ast-

Selasa, 12 Februari 2019


Akhir Desember kemarin aku dan Gesi pengumuman kan ya di Instagram bila buku kami udah 75% selesai. Nah sehabis kepotong libur lebaran, tahun baru, keribetan ini itu yang mana yaitu alasan yang dicari-cari aja, hasilnya buku selesai YEAAYYYYY!

Selesai bab kami doang lol.

Ya maksudnya masih harus diedit dan dikasih ilustrasi alasannya yaitu bukunya fully illustrated. Makara masih tidak mengecewakan panjang perjalanan. Dan ya, bahagia sekali bisa selesai nulis bukunya di bulan pertama tahun 2018. Serasa hutang KPR terbayar lunas, semacam udah ngantuk banget terus ketiduran. (ANALOGI APA INI?)

Gitulah.

Buku ini buku kedua kami. Dulu Gesi pernah bikin buku Letters to Aubrey (YANG MANA SAYA BELUM BACA SAMPAI SEKARANG HAHA) dan aku pernah nulis buku Oppa Oppa (yang mana Gesi nggak mungkin baca alasannya yaitu ia nggak ngerti Kpop lol). Dan ya, hasilnya bucket list Gesi mau nulis satu buku lagi sebelum umur 30 tercapai! Sementara aku nggak punya sasaran itu tapi yay juga alasannya yaitu jadinya aku juga akan punya dua buku sebelum umur 30!

Intinya nulis ini cuma mau ngasih tau aja bila aku udah selesai ribetnya hahahaha. Kemarin-kemarin maunya nulis blog, eh masih nggak sempet alasannya yaitu harus finalin buku. Makara akad posting seminggu 3 kali Senin Rabu Jumat-nya belum terpenuhi juga hiks. MINGGU DEPAN SEMOGA UDAH BISA BACK ON TRACK YA!

Daripada ini postingan nggak terlalu faedah, dongeng kehidupan ajalah ya. Minggu-minggu ini aku mayan capek sih alasannya yaitu entahlah, mungkin alasannya yaitu mulai lagi bekal makan siang kali ya. Di kantor bawaannya ngantuk banget. Tapi alasannya yaitu bisa hemat banyak dan udah berasa banget, jadinya tiap bangkit tidur nyeret-nyeret tubuh deh ke dapur demi masak.

Dan kami juga lagi seneng banget grocery shopping mingguan! Makara tiap ahad nggak melulu belanja di pasar, 2 ahad belakangan ke supermarket dan wow juga ya 200ribu itu udah bisa dapet banyak banget buat makan siang seminggu plus udah bisa beli jajanan. Kenapa nggak ke pasar? Auk males jalan hahaha padahal tinggal parkir di kantor terus jalan ke pasar sebenernya sih. Cuma ya, kami butuh udara segar mirip-mirip mol padahal superindo. HAHAHAHA.

Hari Minggu kemudian di CFD juga aku lari lagi untuk pertama kalinya semenjak hamil. Sungguh wow sekali ya pengalamannya. Dulu pertama kali pindah ke Jakarta, lari di GBK 5 km itu bisa eksklusif sekali jadi. Kemarin ini mampunya 1,5 km doang terus mendadak otot di belakang tulang kering panas dan paha kiri rasanya mau kram. Akhirnya jalan hingga 3 kilometer, sungguhlah mengapa jompo sekali!

Bertekad tiap hari Minggu mau lari aja deh, gres nemu cara lari yang katanya bisa cepet bakar lemak. Soalnya ini berat tubuh udah lewat 4 kg loh dari sebelum hamil! Gara-gara berhenti nyusuin terus porsi makan nggak dikurangin hihhhh. Bukan persoalan gemuk asal sehat ya, terang nggak sehat lah bila lari 1,5 km aja ngos-ngosan.

Btw ini cara lari supaya nggak ngos-ngosan dan lebih banyak bakar lemak katanya. Mau coba ah ahad ini.



Oiya satu lagi pencapaian bulan ini! Yaitu Bebe kini tiap hari mandi pagi di rumah sebelum sekolah yeaayyy! Soalnya daycare yang kini nge-charge mandi pagi sebulan Rp 250ribu, kemarin-kemarin waktu belum berniat hemat sih ya udalah ya bayar aja. Sekarang alasannya yaitu #ayoirit2018 jadi ya udah nggak ambil mandi pagi. Bebe hasilnya mandi pagi di rumah bersama ibu sehabis seumur hidupnya ia selalu mandi pagi di daycare lol.

Udah gitu aja, resah mau dongeng apalagi. See you on Monday, hopefully!

-ast-

Senin, 11 Februari 2019

Yang belum baca background kenapa saya gres operasi amandel kini dikala udah remaja dan bukannya waktu anak-anak, baca di blogpost sebelumnya ya: Akhirnya Operasi Amandel.

Sebelum operasi, saya tentu udah browsing juga kemungkinan amandel sembuh tanpa operasi. Tapi hasilnya ya suram, banyak yang bilang pake cuka apel lah, minum ini itulah, UDAH SEMUA dan failed. Sementara amandel bukan organ tubuh yang penting banget untuk insan di atas 12 tahun jadi bila bikin sakit ya sebenernya diambil aja.

Selain itu, saya sesungguhnya bukan cuma takut operasinya. Takut sama operasinya itu cuma 30%, 70% nya saya takut PASCA operasi nggak bisa makan. Ya Tuhan, kusukanya makan, bahagianya sebab makan, mikirin nggak bisa makan 2 ahad kok ya stres duluan?

Akhirnya browsing perihal operasi amandel sembuh berapa hari, berapa usang luka operasi amandel sembuh, dan yang bikin blogpost itu cuma dikit. Horor-horor pula. Plusss saya nanya-nanya sama yang udah pernah operasi amandel, meski mereka bilang lega sesudah operasi, mereka juga tetep bilang bila sakit banget dan setersiksa itu.

Kata temen-temen saya penyembuhan pasca operasi amandel itu:

- Nggak bisa makan seminggu, nelen sakit banget. Minum aja susah.
- Kaya nelen darah terus
- Mual banget
- Ngeludah ada darah, buang ingus ada darah
- Liquid diet, alias cuma bisa makan puding dan es krim DOANG.

Terakhir, anak kantor saya yang gres operasi amandel pertengahan tahun 2018 kemarin. Dia mengiyakan kehororan itu, malah ia hingga nggak masuk kerja 2 ahad dan belum bisa makan yummy hingga sebulan.

WOW. Kaprikornus sebelum operasi, saya udah punya perkiraan. Akan sesakit apa, harus ngapain, harus belanja apa untuk persiapan makan lembek seminggu? Kejadian nggak?

Nah, sebab ini ialah momen bersejarah, di mana saya tetapkan untuk operasi aja sesudah ditunda 20-an tahun, jadi saya mau nulis detik-detik jelang operasi dan proses pemulihannya. Long post, very long, nggak dibaca juga nggak apa-apa, ini kan demi ingatan dan kenangan saja hahaha.

H-1. Jumat, 11 Januari

Ibu saya dateng dari Bandung pake travel jam 1 siang. Langsung jemput Bebe ke daycare. Saya di rumah, masih ke dokter gigi dan siap-siapin barang yang mau dibawa ke RS.

Abis itu turun ke bawah dan beli makan sambil nunggu JG, ibu, dan Bebe. Mereka dateng, makan, terus siap-siap pergi. Bebe lagi main Lego sama ibu dan agak berkaca-kaca tapi nggak nangis. (Setelah saya pulang tanya Bebe, Bebe kok nggak nangis pas ibu pergi? Dia jawab "aku mau nangis tapi inget di dalam hati bila aki besok dateng, jadi saya nggak jadi nangis" WAW INGAT DALAM HATI LOLOL).

Sampai RS urus ini itu, masuk ruangan dan eksklusif dipasang infus. SAKIT. T______T Sakit hingga nggak bisa tidur. Yang sakit bekas tusukannya, masuk akal sih sebab kan ada BOLONGAN gres di tubub ini ya. HUH. Mulai panik? Dikit. Lebih ke pengen buru-buruh pagi semoga cepet selesai.

Story ke close friend bilang saya udah di RS dan siap operasi. Story ke bukan close friend sih masih on banget ngomongin tips bawa anak ke dokter gigi. Hahaha.

Hari H. Sabtu, 12 Januari

Kebangun jam setengah 5 subuh dan siwer dipikir udah setengah 6 KOK SUSTER NGGAK DATENG-DATENG? Udah suudzon apa dokternya ngaret apa gimana. Ketika diteliti lebih lanjut ternyata emang gres jam setengah 5 zzzz.

Setengah 6 pas suster dateng, ngasih baju operasi, dan tes alergi. SAKIT BANGET. Ya udah pernah sih tes alergi, tapi sebab udah pernah lho makanya tau sakit banget. Nangis. T_______T

Rada kocak pas suster kasih baju operasi, saya ganti di kasur dong sebab mager dorong infus ke toilet. JG bantuin saya ganti, terus apaan sik kok galau ini cara pake bajunya. Kemudian suster tiba dan bilang dua kata “TERBALIK BU”

HAHAHAHAHA. Kaprikornus ya tau kan ya baju operasi itu diiket di belakang dan pamer pantat, YHA saya pakenya MACAM KIMONO. Gila otak udah nggak lurus banget. Antara ngantuk kurang tidur dan nervous.

via GIPHY

Balikin baju dulu gres pindah ke bangku roda, infus ditaro di paha, jalan menuju ruang operasi. JG cuma boleh nunggu hingga luar ruang operasi terus saya dipindah ke kasur yang kecil banget. Dokter anestesi memperkenalkan diri dan nanya “bisa tidur nggak?”

Saya jawab “nggak bisa dok duh ini semalem infusnya sakit banget” Pas itu udah nggak terlalu sakit sih sebenernya. Terus dokternya bilang “saya bikin ngantuk ya, tapi belum tidur nih, nanti pindah kasur lagi dulu”. Dokter kemudian nyuntikin pake suntikan kecil gitu ke infus saya terus nanya “udah ngantuk?” BELUUUMMM.

Akhirnya masuk ke ruang utama operasi (tadi masih halamannya lol), cuma ada alat apaan tau sama lighting 3 buletan. Sungguh saya tuh pengen lebih deskriptif dari ini tapi kan mataku minus enam, nggak keliatan apa-apa juga huhu.

Abis itu saya disuruh geser untuk pindah kasur di bawah lighting-lighting itu (iya lampu iyaaa). Dokternya SEMPET banget bilang gini “bu, jangan banyak gerak ya kasurnya sempit nanti jatuh”. Dok dikata saya mau roll depan roll belakang apa gimana sih. Siapa juga yang berminat uget-uget ya. :((((

Dokter ngomong beberapa hal:

“Ada maag, bu?” - “Ada”
“Rutin minum obat harian?” - “Nggak”
“Oke saya suntik obat mual ya” *SUNTIK*
“Nanti sesudah operasi ibu nggak akan mual” - “oke dok*

Terus ia nyuntik lagi nih tanpa instruksi dan klarifikasi apapun. Saya sadar sih wah ini nih, tidur nih kini nih gitu.

“Ibu sudah pernah melahirkan?” - “Sudah dok”
“Anaknya berapa tahun sekarang?” - “4,5 taaaahunnnnn” … BYE NGGAK INGET APA-APA LAGI HAHAHAHAHA

…

…

…

Saya buka mata. Oh udah di halaman ruang operasi lagi ternyata. Ada dua suster jalan-jalan. Mikir wah udah selesai, tapi ngantuk, tidur lagi ajalah. TERUS MEREM LAGI DONG. :(

Kebangun lagi entah sekian menit atau jam kemudian yang terperinci rasanya segeerrrr banget. Kaya abis olahraga terus tidur gitu. Secara naluriah, saya panggil “susteerrr” padahal nggak tau mau bilang apa. Cuma pengen kaya “sus, fyi saya udah bangun” gitu. Di sini tenggorokan belum kerasa apa-apa, cuma pengecap sakit banget. Ujung pengecap depan kerasa bengkak.

Suster mendekat dan nanya “Udah nggak ngantuk, bu? Mau coba minum?” Saya jawab mau. Suster ambil Aqua gelas dan tusuk sedotannya terus saya bilang “ih sus kenapa sih nggak pake gelas beling aja, ini nggak ramah lingkungan, saya lagi coba zero waste ini resolusi tahun baru”.

...

YA BOHONG. Bohonglah mana kepikiran resolusi tahun gres sih yang kepikiran duh sakit nih tenggorokan dipake minum. Saya minum sedikit dan coba telen. SAKIT. Rasanya ekspresi saya pegel banget parah, pengecap bengkak, bawah pengecap kerasa sariawan banyak. potongan amandel kaya sariawan semua, dan tenggorokan berasa ada luka tersiram air, kerasa darahnya gitu. Tapi saya coba minum sebanyak mungkin terus susternya pergi lagi.

Rasanya kepala mulai pusing, pusingnya di potongan belakang. Baru sadar di situ bila di leher kaya ada alas tapi sekeras kayu. Kayanya penyangga semoga leher saya nggak gerak-gerak. Manggil suster lagi minta diambil si alas leher. Abis itu masih berasa pusing dan saya manggil suster lagi minta bantal yang empuk.

Duh diceritain gini kenapa riwil amat ya HAHAHAHA. Tapi susternya baik kok, nurutin aja saya bilang apa.

Tapi sesudah diambilin bantal itu gue dicuekin loh gila. *LOH KOK EMOSY*

Kaprikornus si suster menganggap saya belum sadar 100% terus doi duduk lagi di semacam meja resepsionis gitu (?). Saya juga ya diem aja kaya masih ngumpulin nyawa, tiba-tiba ada bunyi bayi nangis, disahuti orang bilang “perempuan ya xx kg jam xxxx” auk lupa berapa detailnya. Ternyata ada yang lahiran SC di dalem.

Saya panggil lagi “sus, ini saya nunggu apa ya?” WOW BARU SAJA SADAR SUDAH MULAI MEMBERI PRESSURE.

via GIPHY

Susternya nanya “ibu yakin mau ke ruangan sekarang?” Saya bilang iya sebab mau apa dahhh di situ juga. Dingin banget mana kasurnya keras dan sempit jadi nggak bisa roll depan roll belakang. -______-

Suster jadinya manggil suster ruangan untuk jemput saya. Suster ruangan tiba pake bangku roda, terus saya coba berdiri sendiri ternyata bisa. Ya udah berdiri sendiri, turun, dan duduk di bangku roda.

Udah keluar ruang operasi ada yang manggil! “Bu bentar bu!” bunyi suster cowok. Dia kemudian menyerahkan satu botol kecil. Waaa amandelkuuuu. Gede banget parah, yang satu hampir seruas jempol tangan saya, satunya lebih kecil.

Akhirnya lewat daerah JG duduk terus kalimat pertama yang saya bilang adalah: “Sayang! Sayang! Ini amandel aku!” dan kasihin amandelnya ke JG hahahaha. Seseneng itu amandel sumber penyakitnya sudah tidak bersamaku lagi.

Kata JG, dari selesai operasi hingga saya sadar itu 2 jam woooo usang ya. Beres operasi (operasinya 2 jam juga) itu dokternya keluar ngabarin bila operasinya lancar. Kupikir adegan gituan cuma di film aja, ternyata di dunia kasatmata juga.

no makeup no filter no edit *halah*
Nyampe kamar, bengong-bengong bentar, story lagi ngabarin close friend bila operasinya udah selesai, dan bener ternyata udah hampir jam 11. Rada galau sebab wah ini tenggorokan nggak sesakit yang dikira, niscaya masih ada sisa anestesi. Kalau gitu HARUS MINUM SEBANYAK MUNGKIN DONG! *biasa ambi*

Iya saya masih infus tapi sebab rasanya bisa minum biasa, saya minum sebanyak mungkin. Takutnya itu beneran sisa anestesi dan pas anestesinya full ilang, minumnya jadi sakit. Pelan-pelan sebab bila satu teguknya kebanyakan itu jadinya keselek dan batuk. Kalau batuk ya sakit. Minum rasanya masih kaya tadi di ruang operasi.

Jam besuk tiba, BEBE DATENG YEAYYYY! Happy banget dia. Gimana nggak happy sih ada aki, nini, dan dua adik saya sengaja dateng untuk nemenin ia doang. Ibu saya bilang mau bawa Xylo les renang lah kasian bila nggak les. Oh iya ya udah sih bawa aja. Yang les renang satu, yang nganternya 4 orang. Bhaiq.

Jam 1 mereka pulang, JG juga pulang untuk nyiapin les renang Bebe sebab peralatan les renangnya di kendaraan beroda empat semua.

Makanan dateng, saya makan sendirian.



Makannya bubur sumsum dan es krim Walls Populaire. Nggak ada rasanya dipikir sebab pengecap mati rasa. Lupa bila abis reduksi konka juga jadi ya idung juga mati rasa. Padahal udah bawa YLEO buat bantu tidur enak. Kalau nyium busuk Lavender aja nggak bisa gimanaaaa mau tidur enak?

Kepanikan kedua muncul dikala suster dateng untuk kasih obat. Obatnya via infus semua, ada penghenti pendarahan, antibiotik, satu obat yang saya lupa, dan satu lagi penahan rasa sakit. Salah satu di antaranya pas disuntikin itu sakitttt banget rasanya, kerasa masuk ke nadi. Tapi yang tersakit ialah ketika infusnya diganti dengan tabung kecil, obat penahan rasa sakit.

Obatnya 5 ml doang, dicairkan dengan 50 ml cairan apaaa gitu. Itu aja rasanya masih sekentel darah masuk nadi. Saya pernah transfusi kan pas melahirkan dan itu pegel, ganggu, TAPI NGGAK SAKIT. Nah ini harus abis 50 ml sehari 2 kali, dan selama itu juga tangannya sakit.

T________T

Panik eksklusif chat JG suruh cepet-cepet balik ke rumah sakit untuk saya riwili hahahahaha. Jam 1 masih kalem, jam 4 nangis HAHAHAHA.



AJAIBNYA. Setelah obat itu abis, luka di tenggorokan nggak kerasa perih lagi. Saya jadi ngerasa sehat sebab nggak kerasa ada luka. Sakit di tenggorokan cuma selevel sakit nelen biasa, minus rasa panas di amandel.

Susahnya itu ngeluarin dahak di tenggorokan sebab uvula (lidah kecil, elak-elakan bila kata orang Sunda) GEDE BANGET. Bengkak dan merah. Mau keluarin ingus lewat idung nggak bisa, lewat tenggorokan kehalang uvula. Sudahlah kupelihara saja dahak-dahak itu. EWWW.

Malemnya suster ngabarin bila saya nggak boleh pulang besok pagi zzzz soalnya dokter Mirta gres bisa visit sore. IH NGGAK MAU. Nggak bisa sebab ayah ibu saya harus pulang ke Bandung kan. Akhirnya maksa pulang Minggu pagi. Pas saya browsing juga bila di luar negeri ternyata pasien tonsillektomi ini nggak perlu nginep loh. Luar biasa.

Amandel akoohhh

H+1. Minggu, 13 Januari

ALHAMDULILLAH DIBOLEHIN PULANG TANPA KETEMU DOKTER.

Saya seseger itu loh. Rasanya cuma sariawan di beberapa titik dan sakit nelen, nggak demam atau apapun. Dan btw sesudah nanya suster ternyata di idung itu dikasih tampon gel. Karena saya reduksi konka kan, jadi dikasih tampon berbentuk gel untuk nahan lukanya. Ya masuk akal jadi nggak bisa nyium busuk apapun sama sekali. Napas sih lancar.

Nyampe rumah kerasa lemes sebab udah nggak infus kan. Bertekad minum banyak semoga nggak lemes lagi. Untung udah request ke ibu minta dibikinin bubur sumsum jadi kondusif jaya lah.

Oiya btw saya berniat bed rest cuma seminggu terus masuk kerja. Nggak mau 2 ahad kaya orang-orang. Bisa bosen banget dan duh males lah mikirin makan sendirian di rumah.

Update abis ini kebanyakan hanya akan seputar masakan ya. Karena masakan akan menawarkan kemampuan saya mengunyah dan menelan.

H+2. Senin, 14 Januari

Jam 3 pagi kebangun sebab dahak keluar semua, nongkrong di kamar mandi. Oles YLEO RC gres bisa tidur lagi.

Siangnya omg so hungry tapi gimana yaaa. Saya makan bubur sumsum, apel kukus, kabocha keju aja bolak-balik hingga enek. Mulai mikir apa turun apartemen dan beli siomay ya? Soalnya lebih sakit radang tenggorokan biasa sih dibanding ini. Ini tubuh rasanya fit, cuma nelen sakit. Udah.

Beneran deh, radang tenggorokan setahun 3-4 kali semenjak 2016 bikin sakitnya jadi ajaib banget. Jadinya lebih sakit radang tenggorokan biasa. Terakhir saya radang pas Natal itu nelen sakit, tenggorokan kaya kebakar, tubuh panas dingin hingga nggak bisa bangun. :(

Oiya, malemnya saya selalu mandi air anget untuk bantu ngeluarin ingus. Senin malem ingus keluar nggak selesai-selesai. Lamaan ngeluarin ingus daripada mandinya. Tapi ingusnya bening, sisaan tampol gel kayanya.

H+3. Selasa, 15 Januari

Semaleman tidur agak kurang yummy sebab batuk tapi terlalu males ngambil RC. Paginya berdiri tidur buang ingus berdarah terus. Worst day untuk hidung sebab seharian nyium busuk darah 😭

Terus laper banget sih sumpah. Akhirnya masak nasi, blender air + brokoli + ayam, jadiin bubur + butter. BODO AMAT. LAPAR. Ternyata bisa aja, nelen udah nggak sesakit itu. Tapi belum berani dibumbuin sebab mikirin masakan berbumbu masuk ke tenggorokan itu … TAKUT. Iya masih ada takutnya.

Kondisi tenggorokan udah ketutup white scab gitu, selaput putih kaya sariawan zaman dulu abis dipakein Albothyl (HALAH MASIH MUSIM AMAT ALBOTHYL). Katanya nanti white scabnya akan copot, perih dikit, gres sembuh.

H+4. Rabu, 16 Januari

LAPER BANGET SUMPAH. Terus ya udah bikin mie rebus dengan bumbu ala Bebe, totole dan bawang putih bubuk doang. Mie rebus telor bakso.

Pegel ternyata, 4 hari makan lembek, plus ekspresi abis didongkrak buat operasi, butuh latihan lagi untuk ngunyah makanan. Tapi not bad. Minimal nggak laper.

HIDUNG MASIH BAU DARAH. Tapi untuk pertama kalinya seumur hidup, bisa ngerasain hidung plong, napas lega banget. Biasanya selalu ada yang mampet dikit.

H+5. Kamis, 17 Januari

Mulai mikir duh apa masuk kerja aja ya besok? Kayanya sanggup sih? Terus browsing artikel lagi dan banyak yang bilang meski ngerasa sanggup dan kuat, sebaiknya take a week break from school or office semoga fit banget sebab sesungguhnya tubuh kita sakit, cuma LEGA aja sebab amandel ilang. Iya sih.

Siangnya bikin bubur lagi tapi pake … ayam panggang butter hahahaha. Malemnya udah makan Sei Sapi di Go-Food Fest!

Sekarang yang kerasa paling sakit ialah gigi geraham belakang yang emang lagi perawatan jalan masuk akar. Karena dibikin mangap pake besi gitu kan wah udalah shock sendiri pas liat alat dan prosesnya di YouTube. *NGAPAIN DILIAT MALIH*

Kaprikornus udah bikin komitmen sama dokter gigi ahad depan, sebab ya bila ahad ini belum bisa mangap. Sakit banget parah sih kaya giginya mau copot wtf.

H+6. Jumat, 18 Januari

MAU MUNTAH DI RUMAH TERUS. Sumpah jenuh banget hingga muak saking nggak keluar rumah seminggu lebih. Ngerjain satu artikel aja nggak selesai-selesai. Akhirnya turun, ke TaWan bawa laptop. Makan kakap asam manis, makan selesai, artikel selesai, terus kembali selimutan.

OHIYA LUPA BILANG YA. Seminggu itu cuti sakit tapi tiap hari tetep bikin satu artikel. #startuplyfe

Padahal tiap abis minum obat itu ngantukkkk banget. Kaprikornus abis minum obat pagi, kebut ngerjain artikel, terus harus tidur dulu soalnya pusing bila nggak tidur.

Malemnya udah makan NASI PADANG SEDERHANA HAHAHAHA. Makan cumi tapi nggak pake kuah. Kaprikornus nasinya kering. Wow, pegel sih ngunyah dengan rahang masih kaku dan sedikit sariawan, tapi saya baik-baik saja. Tenggorokan juga baik-baik aja.

H+7. Sabtu, 19 Januari

Jadwal ke dokter. Dokter shock bila saya udah bisa makan nasi (tapi nggak berani bilang nasi padang takut dijudge HAHA) dan bilang berulang-ulang “ibu kayanya ambang batas rasa sakitnya emang tinggi deh”.

Mungkin iya tapi di sekitar tenggorokan doang sebab biasanya sakit tenggorokannya lebih parah sih. Soalnya saya tipe yang cemen banget lhaaa diinfus aja nangis kok, tes alergi nangis, nangis mulu heran.

Terus jajan siomay. Makan siang kwetiau seafood, makan malem bakso samrat. NGGAK SEHAT AMAT DAH HIDUP.

Sariawan tinggal sisa satu, di pengecap sisi kiri. Lidah yang infeksi udah sembuh. Tenggorokan cuma kerasa kaya ada selaput gitu doang yang ganggu nelen. Masih kerasa pegel juga bila nelen.

H+8. Minggu, 20 Januari

Pagi sarapan Nestum, terus nemenin Bebe berenang sama sepupu-sepupunya di Waterbom sebab ada abang ipar dan mamah mertua. Jajan bakpao ayam, siangnya makan Burger King dan ayamnya.

WELL. Sekarang nulis ini sambil makan Indomie goreng telor plus tomat ceri pake kewpie sebab saya merasa bersalah makan Indomie HAHAHA. -______-

H+9. Senin, 21 Januari

Hari pertama kerja. Tenggorokan udah nggak sakit, agak gatel dikit kaya bila lagi batuk mau sembuh. Makan siang udah normal nasi cumi item dan tumis daun pepaya serta ... kerupuk lol. Ukuran uvula udah normal banget, udah nggak infeksi lagi. Udah bisa bilang sehat 98% sih kecuali idung masih rada gatel dikit dan masih kadang keluar dahak.

White scab udah hampir ilang semua, tapi ada semacam benang item gitu di daerah amandel. Pas browsing-browsing ternyata itu sisa darah, sisa potongan operasi gitu wow.

*

JADI YAH BEGITULAH. Di saya, operasi amandel remaja ini not that bad. Sakit tenggorokannya tolerable, mungkin sebab saya minum obatnya sempurna waktu juga sih. FYI operasinya sama Dr. dr. Mirta Hediyati Reksodiputro, Sp.THT-KL(K) di RS Asri Siloam Duren Tiga. Biaya operasi amandel dan reduksi konka Rp 33juta, kelas 1, semua dicover asuransi kantor JG alhamdulillah ya.

Persiapan operasi amandel itu tinggal ke dokter THT dan set jadwal operasi. Abis itu cek darah dan rontgen paru, konsultasikan hasilnya ke dokter anestesi dan dokter seorang hebat penyakit dalam. Udah gitu, tinggal dateng pas hari H operasi deh.

Kalian ada yang amandelnya bermasalah juga? OPERASI SANAAAA.

-ast-