Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Rabu, 26 Maret 2014

Membohongi KPK Untuk Kebaikan . Heheh….sebelum ngomong kok, saya geli duluan. Ceritanya soal bohong-membohongi sih. Kita semua tahu bahwa bangsa Indonesia hampir setiap hari bahkan jam selalu disuguhi info wacana korupsi di banyak sekali kawasan dan Ibu kota. 

Para penggerak Banten Aksi gunduli kepala sehabis Atut ditangkap
Di Banten, kasus korupsinya terbilang raksasa, alasannya dilakukan oleh dinasti dan para tentakel-tentakelnya yang hidup di ketek penguasa. Rakyat Banten bukan tidak tahu hal tersebut, namun mereka sangat tak berdaya melawan keadaan. Akan tetapi jangan anggap rakyat Banten melempem semua dan takut mati alasannya intimidasi pasukan nasi bungkus. Banyak bergotong-royong yang berani mengungkap praktek-praktek yang tidak bener di pemerintahan Banten. Hanya saja kelompok ini sulit menerima pertolongan dari banyak sekali elemen masyarakat secara terbuka. Bisa dimaklumi memang, alasannya di luar kelompok kontra tersebut merasa takut mendapatkan resiko. LSM dan kelompok wartawanlah yang gigih berjuang untuk mengungkap sekaligus menumbangkan kekuatan dinasti yang dianggapnya sudah di luar batas. Tak terkecuali, ialah rival politik yang terdholimi yang lebih berupaya menembus kanal ke KPK.
Alhasil, Wawan yang adik kandung Gubernur Banten, ditangkap KPK alasannya kasus penyuapan penyelesaian sengketa Pilkada Lebak kepada Ketua MK Akil Mochtar sebesar satu miliar. Ini ialah pintu masuk bagi penegak aturan setingkat KPK untuk memberangus penguasa Banten yang korup. Selanjutnya, sang Gubernur Banten pun ditangkap juga alasannya ikut terlibat. Sebenarnya, yang bikin geram seluruh warga Banten, bukanlah wacana penyuapan sengekta pilkadanya, tetapi praktek-praktek korupsinya yang hampir terjadi di segala sektor pembangunan selama ini.
Wawan dan Atut telah ditangkap dan ditahan KPK, puaskah mereka terhadap proses aturan yang bakal berjalan mengadili keduanya? Ternyata tidak, mereka (LSM, mahasisa, dan kelompok wartawan) terus memperlihatkan pertolongan dan meyakinkan KPK supaya berani memberantas korupsi Banten sampai tuntas. Tak ketinggalan para Kyai dan tokoh agama pun memperlihatkan pertolongan watak kepada KPK. Bahkan sekelompok ulama pernah tiba ke gedung KPK untuk yasinan mendoakan KPK.
Jangan disangka tak beresiko mereka yang memperjuangkan Banten higienis dari KKN, mereka yang jelas-jelas terang-terangan berani melawan kekuasaan tersebut tak jarang menerima bahaya akan dibunuh oleh puluhan pembunuh bayaran, sebut saja contohnya Uday Suhada  (Direktur Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik). Beliau terpaksa pernah bersembunyi di Jakarta pindah-pindah tempat untuk bersembunyi dari kejaran para pengancam, informasi ini saya sanggup dari sobat saya yang bersahabat dengan Uday Suhada. Layak Uday Suhada disebut sebagai pejuang kebatilan di Banten.
Uday Suhada, Direktur ALIPP
Kemudian ada lagi kelompok lain, yang ini ialah dari kelompok wartawan. Pemimpin agresi demonya ialah pentolan wartawan dan atau Ketua Forum Wartawan. Mungkin Anda juga pernah lihat secara live di TV, ia berorasi di atas kendaraan beroda empat dengan semangat menggelora mendukung KPK untuk memeriksa semua kasus korupsi di Banten. Kelompok inilah yang pernah membohongi KPK. Mereka dari Serang tiba ke KPK memperlihatkan pertolongan dan tuntutan kepada KPK supaya segera mengungkap semua kasus korupsi di Banten tanpa ragu dan takut. Karena aroma santet di Banten cukup jadi polemik, maka khawatir KPK takut juga bergerak memberantas, maka kelompok ini terpaksa berinisiatif mengelabui KPK. Mereka bersepakat membeli jenis jamu di jalan, kemudian dikemas khusus seperti sudah dipersiapkan dari rumah. Jamu tersebut kemudian diberikan kepada KPK untuk diminum dan disimpan sebagai penangkal teluh atau santet. “Terimalah ramuan ini Pak, ramuan ini sudah diwirid dan dijampe-jampe oleh beberapa Kyai besar di Banten, untuk diberikan kepada KPK supaya kebal dari Santet. Oleh alasannya itu KPK jangan takut memberantas korupsi di Banten” begitu kata pemimpin agresi kepada KPK.
Di atas ialah sekedar kisah dari kisah yang menjadi pelaku cerita. Kebetulan saya mengenal yang punya kisah namun tidak saya sebut namanya.

Minggu, 23 Maret 2014

Musibah Kereta Api Mengantarkannya Menjadi Tukang Servis HP . Sebelumnya, posting terakhir yaitu ihwal Kisah Ironi Ibnu Ahmad dan Pemimpin Banten. Kini aku ingin mengangkat goresan pena ringan yang bagi aku bisa dijadikan untuk ide hidup kita semua. Kisah nyata. 

Samsudin di atas bangku roda tiada hari tanpa komputer
Pada hari ini aku menemukan pengalaman gres yang sebelumnya latar belakang orang yang akan aku ceritakan ini sudah aku ketahui. Adalah Samsudin namanya, kurang lebih 8 tahun yang kemudian berdagang kios kecil di pinggiran jalan kereta di Jakarta. Kios Samsudin buka 24 jam. Suatu malam menjelang subuh, ia berisitirahat merebahkan badanya di rel kereta, dengan posisi kedua kakinya menjulur ke tengah rel kereta. Tanpa sadar, ia tertidur saking ngantuknya. Tanpa sadar pula Samsudin mengalami nasib yang mengenaskan, alasannya yaitu dalam keadaan tertidur, lewatlah sebuah kereta api melindas kedua kakinya. Akibatnya kedua kaki Samsudin buntung dari belahan atas lutut. Samsudin menggelepar bagai ayam disembelih. Namun Alhamdulillah, nyawanya tertolong sesudah mengalami perawatan sekian usang di rumah sakit Jakarta dan kemudian pindah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang. Di RSUD inilah aku sendiri sempat membesuknya.

Samsudin sedang bekerja
Dagangan Casing dan asesoris HP milik Samsudin
Tempat tinggal Samsudin agak bersahabat dengan rumah orang bau tanah aku alasannya yaitu satu kelurahan. Namun dengan rumah daerah tinggal aku jaraknya kurang lebih 15 km. Tanpa sengaja, aku ngobrol dengan seseorang di bersahabat daerah tinggal Samsudin memicarakan ihwal HP BB aku yang error. Teman ngobrol tersebut menyampaikan kepada aku bahwa Samsudin bisa menyervis aneka macam HP. Tanpa babibu, eksklusif aku tiba ke rumahnya. Betul, beliau kini pinter memperbaiki alat-alat elektronik terutama HP dengan pinjaman komputer. Padahal, beliau dahulu bukan orang yang mengerti komputer, alasannya yaitu SD pun jikalau tidak salah beliau tidak lulus. Tapi sekarang, beliau amat lihai memakai komputer seolah sudah tingkat mahir.
Dengan keterampilannya yang gres itu kini Samsudin hidup di atas bangku roda tiada hari tanpa komputer. Di atas meja kerjanya selalu awut-awutan bangkai HP yang siap menunggu untuk dijamah tangannya yang bisa memperbaiki HP rusak bermanfaat kembali. Dia mengutamakan HP aku untuk ditangani alasannya yaitu waktu itu tidak ada orang yang menunggui Hp yang diperbaikinya. Sambil menunggu HP-ku kelar diperbaiki, aku iseng-iseng bertanya ihwal dari mana ia punya keterampilan menyervis HP dan mengoperasikan komputer. Sambil tetap kerja dan tanpa pernah menoleh, ia menjawab setiap pertanyaan saya. Ternyata, sebelumnya melalui pinjaman seseorang ia pernah mengikuti training yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Serang dan Kota Serang.
Saya meyakini penghasilan Samsudin per hari tidak akan kurang dari 100 ribu dari hasil memperbaiki HP dan membeli HP rusak yang diperbaiki kemudian dijual kembali. HP yang ia beli dengan harga 10 hingga 20 ribu bisa ia jual seharga 150.000 sesudah ia perbaiki.
Di sinilah aku menyadari kembali betapa anugerah Allah yang diberikan kepada aku tak ternilai. Saya tidak mengalami peristiwa alam menyerupai Samsudin sehingga anggota tubuh aku masih tetap tepat dan tidak susah payah mengais-ngaiskan tangan untuk menggerakkan bangku roda. Saya juga menyadari bahwa Allah Maha Pemurah, di balik ujian yang ia terima Allah masih menawarkan jalan mencari nafkah buat Samsudin. Samsudin pun beruntung mempunyai isteri orang Jawa yang setia. Seandainya Samsudin tetap arif bersyukur, pasti Allah akan menambah akomodasi rejeki kepadanya. 

Kaki palsu ini selalu berada di bersahabat daerah kerja Samsudin
Peralatan Servis milik Samsudin


Tongkat milik Samsudin
Ada satu pesan tersirat yang penting kita hayati dari peristiwa alam di atas yaitu bahwa Allah memperingatkan kepada insan semoga hidup jangan nyeleneh. Maksudnya, istirahat ya, istirahatlah, tapi jangan di tengah-tengah rel kereta, apalagi dalam kondisi mengantuk dan lelah.
Semoga bermanfaat.

Sabtu, 15 Maret 2014

Belajar dari Subro Dangdut Akademi . Pada malam Sabtu kemarin (14/3/2014) jujur saya gres kali itu melihat penampilan SUBRO asal Banten, pada ajang kontes nyanyi dangdut di Dangdut Akademi program milik Indosiar. Bukan alasannya saya tidak bahagia dangdut, justru saya termasuk insan kolot yang hobi dangdut. Saya sanggup melihat penampilan Subro tersebut di rumah teman yang jauh dari kampung saya. Di rumah, saya sudah hampir setahun tidak sanggup menyetel TV lewat dari jam 21.00 karena orang renta sedang sakit dan anti bising bunyi TV walaupun volume TV alakadarnya. 
Subro (dok. pribadi)
Menyaksikan penampilan Subro, bagi saya menimbulkan ide dan penghayatan tersendiri. Subro yakni satu-satunya kontestan yang bermata buta, namun talentanya luar biasa di kancah tarik bunyi khususnya jenis dangdut. Karenanya, dari semua dewan juri waktu itu, tak satu pun melontarkan kekurangan Subro, bahkan semuanya menyatakan penampilan Subro yakni perfect. Apa yang sanggup kita petik dari seorang Subro yang kata orang mempunyai kekurangan? Betulkah Subro mempunyai kekurangan, atau malah mempunyai kelebihan? Menurut saya Subro mempunyai banyak kelebihan dari satu kekurangannya itu. Dengan kekurangannya itu, maka goresan pena ini pun tak akan dibaca oleh Subro hingga kapan pun. Di sinilah Subro butuh dukungan orang lain. Berarti usaha hidup Subro jauh lebih berat daripada kita yang normal tanpa kekurangan fisik. Namun kita tidak tahu, apa tujuan Tuhan di balik semua yang kita pandang sebagai kekurangan itu. Setidaknya kita sanggup berguru berlatih menemukan ide gres dari sikap orang lain semacam Subro yang tak pernah tahu indah-buruknya dunia.
Dari satu kasus Subro tersebut, kita selayaknya sanggup mendapat ide kebaikan dari sikap dan kondisi orang lain, bagaimana pun keadaan mereka. Seluruh insiden dalam hidup ini bergotong-royong guru yang sanggup mengajarkan kita untuk menjadi insan yang lebih baik. Mungkin saja jalan hidup yang kita lalui tidak sama dengan orang lain, tapi sikap orang lain semestinya sanggup melahirkan imbas semangat baru pada hidup kita. Apalagi dari seseorang yang kita anggap mempunyai kekurangan. Segala keadaan harus sanggup menghasilkan sesuatu yang positif bagi diri kita. Di sini kearifan dan kebijakan kita diuji. Apakah kita tetap sanggup memelihara sikap positif dan melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan terhadap situasi yang jelek sekalipun. Apakah kita lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, lebih suka membicarakan kekurangan orang lain daripada mencari hikmah, dan lain sebagainya. Agar bisa menangkap hikmah, tentunya kita harus akrab dengan Allah. Karena kedekatan kepada Allah, akan banyak mensugesti kita dalam menilai sesuatu. Orang yang akrab dengan Allah akan lebih memakai beling mata hikmah, ketimbang beling mata tuduhan atau suudzon kepada Allah terhadap aneka macam insiden yang kita lihat dan alami. Kita akan lebih kokoh dan tidak terpengaruhi dengan fenomena lahir, pujian, pangkat, kedudukan dan semua label kehormatan  dari manusia. Kita juga akan terhindar dari penialaian keliru terhadap orang lain, merasa lebih baik dari orang lain, dan lebih memperhatikan kekurangan diri daripada melihat kekurangan orang lain.
Banyak pelajaran yang besar yang kita petik dari seorang Subro. Benang merahnya adalah kondisi lahir ternyata sama sekali tidak mencerminkan kualitas dan keistimewaan seseorang. Maka sempurna apa yang dikatakan salah satu Juri Rita Sugiarto, bahwa untuk meraih sukses, seseorang tidak harus sanggup melihat. Subro tidak sanggup melihat, akan tetapi dia sanggup mencicipi apa-apa yang ada di sekitarnya. Dan, Subro, terhindar dari segala dosa maksiyat mata, sedangkan kita, astagfirullah!!?
*****15/3/2014*****

Minggu, 09 Maret 2014

Kisah Ironi Ibnu Ahmad dan Pemimpin Banten . Di Jalan Bhayangkara Serang, seorang perempuan yang konon katanya Ratu gadungan berjulukan Atut Chosiyah menghabiskan uang sebesar ratusan juta rupiah setiap kali ke Singapura dalam rangka shoping. Saat bepergian ia selalu menerima pengawalan dan penaungan payung penyejuk wajah plastiknya. Ia bermewah-mewah dan bergelimang harta. Ia bukan perempuan biasa yang sukanya kongkow-kongkow sesama ibu-ibu sambil saling mencari kutu di pinggiran rumah berdindingkan bilik bambu. Ia yaitu Ratu yang menampik rumah dinasnya sendiri sebagai rumah kehormatan pemangku amanah sebagai gubernur. Tak kepalang tanggung rumah dinasnya yang dibangun dengan uang rakyat puluhan miliar rupiah itu seenak udelnya disia-siakan begitu saja. Ia lebih menentukan menyewa rumah pribadinya sebagai rumah dinas, alasannya yaitu dianggap lebih refresentatif. Pinter kodek bin jahanam namanya. Pemimpin model apa ini !
Sang Ratu menyerupai boneka Barbie yang hidup dalam kandang emas. Di usia berdirinya provinsi Banten hampir 12 tahun, ia benar-benar bermetamorfosis sebagai sosok sebagaimana Barbie sehabis memenangkan kontes “Pilkada”, kontes pilkada tingkat provinsi yang disiarkan di banyak sekali TV. Orang tuanya membuka jalan restu atas semua kemewahannya. Seolah tak ada edukasi sama sekali bahwa gaya hidup itu bisa jadi bom waktu baginya di masa depan. Padahal Sang Ratu sendiri sering menyampaikan bahwa mendiang Bapaknya Chasan Sohib, berpesan biar dirinya berperan membangun Banten. Nyatanya, ia memeluk sambil menusuk dari belakang.
Sementara Wawan sang Adik, dijuluki sebagai Gubernur Jenderal di Banten alasannya yaitu ia lebih berkuasa ketimbang kakaknya yang gubernur Banten. Baginya, Banten yaitu miliknya, tak boleh ada siapa pun merintangi sepak terjangnya. Untuk pejabat Banten, beliau mempunyai pasal khusus “yang jujur akan hancur”. Hanya satu prase yang menjadi tujuannya : “Harta, Tahta dan Wanita”. Ia hidup bergelimang harta dengan penuh gaya poya-poya. Harta di mana-mana, sekali party 200 juta habis seketika di Flame Boutique Ktv.
Uang yang dimiliki Atut dan Wawan yaitu hasil dari banyak sekali proyek di Banten. Mereka sukses membangun dinasti dengan misi korupsi kongkalikong dan nepotisme. Jejaringnya semakin menggurita dalam satu komando dan satu jejaten jawaraisme. Mereka lupa, bahwa Banten yaitu bab dari Indonesia yang mempunyai satu kekuatan aturan yang satu berlaku untuk siapa pun. Lebih parahnya lagi mereka (dinasti) lupa pula bahwa Banten yaitu milik seluruh rakyat Banten yang setiap napasnya menggugat ketidakadilan pemimpinnya. Mereka tidak yakin bahwa setiap kata yang keluar dari verbal rakyat yang tertindas yaitu do’a. Mereka lupa bahwa do’a cepat atau lambat akan terkabul dengan izin Allah. Mereka lupa bahkan menantang kekuatan koloni semut yang melingkarinya. Semut kalau terus diinjak lama-lama akan menggigit. Kini, semut-semut itu telah berhasil menggelindingkan mereka dari singgasana tahta menuju peradilan KPK. Kini mereka kehilangan kebebasan berselimut hina dina, moral hancur wibawa lenyap. ******
Di pinggiran kota sana relatif bersahabat rumah gubernur, di Sumur Putat, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, seorang bocah berusia 2 tahun berjulukan Ibnu Ahmad harus hidup tergolek menderita tumor tak mempunyai biaya untuk berobat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dilansir merdekadotcom (8/3/2014). Ibnu sekarang hanya bisa tergolek lemas di rumahnya bersama kedua orang tuanya  Apendi dan Sulkiah, pasrah menunggu keajaiban Tuhan. Sebagai seorang ayah bagi anaknya tersayang, Apendi tak bisa berbuat apa-apa demi buah hatinya yang dikasihinya alasannya yaitu ia hanya seorang tukang ojek Pasar Rau. Sebagaimana Atut dan Wawan, Ibnu juga kehilangan waktunya untuk bermain layaknya anak-anak. Sementara Apendi, ia terpaksa menjadi buruh ojek demi menghidupi anak istrinya tak bisa selalu berada di samping Ibnu buah hatinya. Seandainya besok atau lusa Ibnu meninggal dunia, kemiskinanlah peristiwa yang memisahkan anak itu dengan ayah dan ibunya. Apendi menolak untuk menyerah. Ia berkeras untuk menyembuhkan anaknya dengan ramuan-ramuan seadanya mengikuti petunjuk orang yang simpatik. Tidak mungkin ia membawanya ke RSCM. Bekerja sebagai tukang ojek, yang akhirnya menyerupai setitik nila pada jumlah uang yang dihabiskan Atut dan Wawan untuk gaya hidup ke salon mancanegara dan party di Flame Boutique.

IBNU dan Bapaknya Apendi (merdeka.com)
Saya tak henti-hentinya mencucurkan air mata ketika menulis ini. Tak berpengaruh saya membayangkan seandainya itu dialami oleh saya sendiri. Apa yang saya rasakan ketika menyaksikan anak kandungku tergolek lemas menjadi korban kemiskinan diriku. Di usia sekecil itu, ia sudah menjadi seorang penanggung nasib dan tumbal ujian kedua orang tuanya yang sulit menolak untuk dikalahkan nasib.
Saya sedang memikirkan betapa kontrasnya dunia. Ada yang bermandikan fasilitas, ada pula yang tak berfasilitas. Namun, jikalau kehidupan yaitu proses melalui terjalnya bermacam-macam tantangan serta karang-karang persoalan, maka ayah bocah Ibnu itu telah menawarkan tabiat seorang petarung yang tak pernah mau kalah tanpa uluran tangan pemerintah. Baginya, obat apa pun hanya milik Allah dan Allah jua yang menyembuhkan. Ia seorang ayah yang bertarung di medan kehidupan demi sesuatu yang luhur, demi mempertahankan hidup orang lain. Nampaknya ia melaksanakan sesuatu yang besar demi menyelamatkan sesuatu yang kecil. Namun, apakah kita punya tafsiran benar ihwal masalah besar dan kecil dalam kehidupan kita?
Saya juga memikirkan hal yang lain. Bagi saya, potret Wawan-Atut dan Apendi-Sulkiah yaitu potret dari dua warga Banten. Wawan-Atut yaitu potret kemajuan secara ekonomi, namun miskin secara spiritual. Sementara Apendi-Sulkiah yaitu potret matangnya sebuah pribadi, namun terpuruk secara material. Potret Ibnu yaitu potret buram dari ribuan anak Banten yang masih harus berkelahi dengan nasib alasannya yaitu menjadi tumbal Gubernur Jenderal Banten.
Inilah Banten yang membiarkan warganya hidup dengan duit tidak hingga sepuluh ribu dalam sehari. Ketika Apendi hidup membanting tulang demi sesuap nasi, banyak pembesar negeri hidup bergelimang kekayaan dan memperbesar kantung pribadi. Ketika anak kecil 2 tahun itu antara hidup dan mati, banyak pejabat yang bekerja untuk membangun kemegahan pribadi, dan memakan uang yang sejatinya diperuntukkan bagi bocah kecil Ibnu Ahmad.
Maka menjadi amat lucu ketika dulu Gubernur Banten melalui dana Bansos hanya mau membantu forum yang dipimpin sanak saudaranya, yang pada sejatinya yaitu menilep uang rakyat kecil yang dulu menjadikannya pemimpin Banten.
Bagaimanakah dengan kekayaan Atut dan Wawan kini? Mungkin kita perlu menunggu beberapa waktu untuk melihat ending dongeng ini. Yang pasti, waktu tidak sedang diam. Waktu sedang mencatat. Semoga….
Banten, 8 Maret 2014

Jumat, 07 Maret 2014

Mengajari Anak Tidak Korupsi Sejak Dini, Malah Korupsi . Saya sudah terlanjur memperlihatkan kebebasan kepada anak saya yang berusia 8 dan 12 tahun untuk menggunakan leptop. Awalnya anak yang berusia 5 tahun ketika itu saya bebaskan memegang leptop untuk main game. Leptop tidak sanggup dibuka tanpa memasukkan kata password. Anak saya terpaksa mengingat abjad demi abjad untuk sanggup menuliskan password tersebut setiap kali akan membuka leptop. Dari situ anak saya juga sanggup membaca dengan fasih sebelum masuk kelas 1 SD.
Anaku Mulki Shiroth Firdaus
Lama-kelamaan, anak saya semakin mengerti bagaimana membuka internet. Sekarang anak tersebut sudah duduk di kelas 2 SD, sudah tak absurd lagi dengan internet. Kebetulan anak saya Alhamdulillah mengerti hal yang berbau fornografi, sehingga setiap melihat gambar yang seronok ia bilang “itu gak boleh diihat dusun” (dusun = tidak sopan). Sepanjang pengawasan saya, anak saya membuka internet hanya sebatas untuk hal-hal tertentu. Misalnya, mencari pola pantun anak-anak, mencari dan mencatat kode-kode GTA (kode pada PS), membaca dongeng anak-anak, game online, dan membuka akun facebook miliknya. 
Ketika anakku mencari isyarat GTA di internet
Tentu saja kebebasan tersebut mengandung konsekwensi bagi saya sendiri. Setiap saya akan googling dan atau posting di blog ini saya harus menunggu anak saya tamat menggunakan leptop. Dan sebaliknya, ketika saya sedang menggunakan leptop sementara ia kebelet ingin memakainya, ia selalu mendesak meminta bergantian. Ketika itulah, ia selalu nongkrong bersama saya menunggu hingga diberikannya leptop, sambil sama-sama ikut melihat apa yang sedang saya baca. Biasanya, berita-berita yang saya baca tidak jauh dari duduk perkara korupsi yang terjadi di banyak sekali kawasan terutama Banten. Situs yang saya baca selalu merdeka.com.
Ketika anak saya melihat judul yang ada kata korupsi, sepontan bertanya wacana artinya. “Korupsi itu apa sih, Pah?”  Jawaban saya ialah korupsi itu orang maling duit Negara. “Dosa nggak Pah?” Iya, niscaya dosa, itu kan maling. “Emang duit negaranya disimpan di mana Pah, di Bank, kok dipaling sih?” Bukan, maling duit Negara itu misalnya, Papah mendapatkan uang dari Pemerintah untuk ngebangun sekolahan. Terus beli semen 10 sak diakunya 20 sak, ngebohong alasannya ingin untung. Harga semen seribu, diakunya dua ribu, yang seribunya buat Papah. Nah, itu namanya korupsi. “Oh, gitu”. Sejak itu anak saya rupanya sedikit mengerti apa yang disebut korupsi.
Ini menunjukan bahwa anak saya mengerti wacana pengertian korupsi dalam konteks yang lain. Pada suatu hari saya menyuruhnya membeli sebungkus rokok dengan uang tidak pas alias ada kembaliannya. Pulang dari warung, sambil memperlihatkan rokok dan uang kembalian, ia ngomong: “Pah, maaf ya, Engki korupsi seribu buat beli ale-ale !” Ya, sudah lain kali izin dulu sama Papah ya, korupsi ga boleh. “Ya, Pah”.
Mulki Shiroth Firdaus Kelas I SD
Dari gara-gara di atas, anak saya paham wacana korupsi. Tapi di sisi lain malah bikin modus menilep uang seribu buat beli ale-ale, dikatakannya korupsi pula. Hahahah…! Lalu, yang secara idealis saya ajarkan pada anak saya tadi, bergotong-royong mengajari anak semenjak dini semoga tidak korupsi, atau malah mengajari korupsi?
Tulisan Pengantar Tidur, Maret 2014

Kamis, 06 Maret 2014

Situs Tempat Untuk Mengedit Photo . Apakah Anda termasuk orang yang bahagia mengedit photo? Kalau ya, 10 Situs terbaik untuk mengedit photo berikut ini boleh Anda kunjungi untuk dimanfaatkan. Mengedit photo merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan menghibur apabila dapat dilakukan dengan cara gampang dan gratis. Tetapi mencari aplikasi-aplikasi editing photo yang mudah, itu sangat sulit ? Sebab untuk menggunakan aplikasi editing photo harus mempunyai kemampuan yang lebih serta kreativitas yang tinggi. 

Namun masih ada alternatif lain, selain aplikasi editing photo yaitu: Photo Editing Online. memakai situs photo editing online itu sangat gampang dan gratis, lantaran di dalamnya di lengkapi dengan fitur-fitur yang user friendly serta tidak sulit menyerupai aplikasi editing photo yang biasa Anda gunakan berikut ulasannya :
1. Photoshop Express
PhotoShop Express merupakan saudara dari photoshop.com yang sering dipakai oleh banyak orang di penggalan dunia. untuk memakai photoshop express, kalian cukup mendaftar kemudian kalian akan di berikan kapasitas penyimpanan sebesar 2GB. mungkin fitur-fitur yang di miliki photoshop Express memang hampir sama dengan Photoshop offline yang sering kita gunakan.
Befunky merupakan situs editing photo yang populer, yang banyak di gunakan oleh pengguna internet dalam melaksanakan editing photo secara online. BeFunky juga banyak menyediakan efek-efek foto sampai 20 efek, serta di lengkapi dengan photo yang berkualitas tinggi.
Pice Monkey ialah situs editing photo gratis, yang dapat mengubah foto ke dalam efek-efek yang menawan sesuai selera anda.
4. Pixlr O Matic
Pixlr o matic merupakan situs editing photo yang sanggup mengubah photo anda menjadi tambah keren dan mengagumkan. Pixlr o Matic mempunyai 3 tahap yang sanggup anda gunakan secara maju dan mundur sesuai impian anda.
5. Foto Flexer
Foto Flexer merupakan situs editing photo yang mempunyai fitur-fitur yang banyak serta sanggup menyimpan eksklusif gambar yang anda edit. dengan memakai situs ini anda sanggup membagikan foto-foto yang anda edit ke jejaring sosial yang populer.
6. PhotoVisi
PhotoVisi ialah situs editing photo yang menyediakan template-template keren, yang bisa anda pilih sesuai selera. PhotoVisi juga sanggup menga-upload beberapa foto sekaligus dalam satu waktu.
7. Pizap
Pizap merupakan situs editing photo yang terkenal di indonesia lantaran mempunyai tool-tool lucu yang sanggup menciptakan gambar yang konyol serta gokil. dengan situs ini kalian juga bisa menambahkan stiker, text, latar belakang, dan imbas pada foto.
8. Photofunia
Photofunia ialah situs editing photo yang sanggup mengubah gambar wajah seorang tokoh dengan wajah anda sendiri atau orang lain, dengan cara yang gampang serta menyenangkan.
9. Fun Photo Bo
Fun Photo Box merupakan situs editing photo yang sanggup mengubah foto anda menjadi asing dan gokil. mungkin situs ini hampir sama dengan Photofunia.com.
10. Blingee
Blingee merupakan situs editing photo yang sanggup merancang gambar animasi seperti: Anime, Emo, fantasi, selebrity dan masih banyak lagi.
Kepada sumber mohon maaf dan terima kasih.

Rabu, 05 Maret 2014

Ironis Bank bjb dan Wawan . Sejak terdengarnya gosip Chaeri Wardhana alias Wawan ditangkap KPK, tak henti-hentinya nama ini menjadi buah bibir aneka macam kalangan di mana pun. Rasanya tak mungkin luput beritanya dibaca warga Banten yang peduli Banten. Berita terbaru yang amat mencengangkan semua orang ialah ihwal kebiasaan Wawan menghabiskan 150-200 juta sekali party di kawasan karaoke glamor miliknya di Kuningan. Wawan ternyata mempunyai kawasan dugem Flame Boutique di Kuningan. Asetnya diperkiarakan khusus milik beliau sekitar 92 miliar.

Di kawasan itu Wawan kerap mengundang para artis dan foya-foya (party) menghabiskan sampai 200 juta sekali party. Kepemilikan kawasan ini sudah diketahui oleh lemabaga anti rasuah KPK, dan sedang dalam pendalaman keterkaitannya dengan tindak pembersihan uang.
Entah dari mana modal awal yang dipakai Wawan untuk mendirikan perjuangan ini. Yang jelas, yang menjadi sorotan warga Banten ialah kebiasaan foya-foyanya itu. Dia memperkaya diri dengan jalan mengeruk APBD Banten untuk kemudian di bawa ke luar Banten dijadikan alat pemuas napsu. Di satu sisi begitu banyaknya rakyat Banten yang miskin disebabkan antara lain lantaran ulahnya, di sisi lain beliau malah hidup bergelimang harta penuh pesta pora. Dia tidak pernah melihat apalagi peduli terhadap ribuan rakyat Banten yang kesusahan makan dan mencari duit untuk ongkos sekolah anaknya. Ironis sekali ! Untungnya peringatan Tuhan telah datang. Semuanya akan berakhir kecuali yang Maha Mengakhiri.
Kini, hampir sering terulang kembali setiap gibahnya kalangan para guru di Banten, yakni duit 200 juta yang difoya-foyakan Wawan. Duit Wawan yang 200 juta selalu jadi hiburan di kala guru sedang teringat hutangnya di bank bjb (Bank Banten dan Jabar). Rasa sedih, berat, dan dongkol terhadap keadaan, sering berubah jadi gelak tawa. Bayangkan, Wawan sekali pesta menghabiskan uang sampai 200 juta dengan enaknya, sementara para guru, ingin mempunyai uang sebesar itu harus puasa selama 12 tahun (selusin tahun). Bahkan guru gres dapat meminjam uang ke bjb di bawah 200 juta dengan usang angsuran tetap 12 tahun. Padahal bagi Wawan, 200 juta tinggal raup dan dapat lewat hanya dengan hitungan jam bahkan menit. Ironis sekali !! 
Salah satu room Flame Boutique Ktv milik Wawan
Lalu masbuloh? Itu kan duitnya sendiri ! Kata siapa? Wawan itu seorang Gubernur Jenderal yang punya pohon duit di lahan APBD Banten. Tidak usah kita uraikan ihwal itu, kita warga Banten sudah cukup capai mengulang-ulang dongeng Wawan, jadi lebih baik tutup saja goresan pena ini. Dan segera kumpulkan lagi kesabaran kita untuk meraih kehidupan yang lebih baik pasca matinya Wawan dalam kancah tiranisme. Dan jangan lupa para guru, ingat bjb, dan lupakan Wawan…
Petir, Awal Maret 2014